JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebutkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit akan susut sekitar Rp 250-Rp 300 per kilogram dari posisi sebelum kebijakan satu harga minyak goreng, yakni sekitar Rp 3.400 per kilogram.
“Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Kalau mereka komitmen, dan pasti komitmen, tinggal menunggu waktu harga turun dan menjadi flat,” kata Mendag dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (31/1).
Mendag mengaku kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merugikan petani sawit dalam jangka pendek.
Baca Juga:Bakal Diperpanjang, DKI Jakarta Tetap Berada di Status PPKM Level 2Terus Didalami, Kasus Suap Rp1 Miliar Bupati Penajam Paser Utara
“Kebijakan HET menekan sektor hulu dari industri minyak sawit nasional, terutama petani sawit,” ujarnya.
Muhammad Lutfi menegaskan belum menerbitkan izin ekspor sawit sejak awal 2022 hingga saat ini. Pasalnya, keran ekspor sawit dibuka bila produsen memenuhi kewajiban pasar domestik atau domestic market obligation (DMO).
Kemendag telah menerbitkan Permendag Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar. Beleid itu mengatur DMO bagi eksportir minyak sawit mentah (CPO) dan olein untuk memasok 20 persen dari volume ekspor di harga Rp 9.300 per kilogram untuk CPO dan Rp 10.300 untuk olein.
“Permendag Nomor 5 tahun 2022 adalah bagian dari ekskalasi normalisasi harga migor sejak akhir 2021. Selain itu, beleid ini juga mempertimbangkan tingkat kepatuhan industri minyak sawit,” ujar Mendag.
Pada akhir 2021, Mendag juga menginstruksikan agar produsen menyediakan 11 juta liter untuk menghadapi momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kami meminta produsen untuk menyediakan 12 juta liter kemasan sederhana saat penetapan minyak goreng satu harga awal Januari 2022. Namun, jumlah migor kemasan sederhana yang disediakan hanya sekitar 300 ribu liter,” ungkap Mendag.
Mendag berjanji masalah harga minyak goreng ini akan dibikin aturan lanjutannya. “Dari hulu sampai hilir kami atur,” pungkasnya. (jpnn/ran)
