BANDUNG – Ditemukannya penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung berencana akan evaluasi terkait keberlangsungan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang nantinya akan diberhentikan atau tidak.
Kabid Pembinaaan dan Pengembangan SD Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tengah melakukan survei uji kepatuhan individu siswa dan lembaga terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).
Selain itu, ia menegaskan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat usia 6 tahun hingga 11 tahun akan terus ditingkatkan.
Baca Juga:Nama Bupati dan Wabup Bogor Dicatut Untuk Aksi PenipuanKaesang Terang-terangan Bandingkan Prabowo Dan Jokowi
“Jadi uji kepatuhan individu itu gambarannya satuan tugas Covid di sekolah itu mendata kepatuhan semua siswa dan warga sekolah mulai dari masuk kemudian aktivitas di sekolah kemudian pulang sekolah tentang kesehatannya memakai masker menerapkan prosesnya seperti apa di setiap kelas di setiap area,” ucapnya di Balaikota Bandung, Rabu (2/2)
Bambang menambahkan, dalam hasil survei uji kepatuhan individu siswa nantinya akan muncul berupa angka.
Apabila hasil uji kepatuhan melebihi dari 80 persen, maka PTM akan dilanjut dengan kapasitas tetap atau meningkat. Namun jika di bawah 80 persen, maka kita akan evaluasi PTM dan diserahkan ke Plt Wali Kota Bandung terkait penurunan kapasitas siswa di sekolah.
“Kalau misal hasil uji kepatuhan itu di atas 80 persen maka lanjut PTM di sekolah itu dengan angka kapasitas tetap atau bahkan meningkat. Seperti dari 50 persen naik menjadi 75 persen tetapi sebaliknya kalau hasil uji kepatuhan individu di bawah 80 persen mungkin kita lapor ke ketua satgas nanti akan menjadi kebijakan plt Wali Kota Bandung untuk menurunkan kapasitas itu,” ujar Bambang
Dia juga menambahkan, nantinya Disdik kota Bandung akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam melakukan survei uji kepatuhan institusi terkait penerapan Prokes.
Bambang mengatakan, Pelaksanaan survei tersebut saat ini sudah berjalan dan diperkirakan selesai pada 10 Februari mendatang.
“Jadi hasil dari uji kepatuhan individu uji kepatuhan institusi kemudian vaksinasi dan hasil surveilans. Dari 4 item tersebut jadi sarana evaluasi bagi kami kalau ternyata dari 4 item tersebut memungkinkan untuk lanjut maka kita lanjut,” Pungkasnya. (Mg4).
