oleh

Ceramah Ustadz Mizan Buat Resah Warga NTB, Begini Klarifikasinya

LOMBOK TIMUR – Ustadz Mizan Qudsiah MA LC dalam channel MQH TV langsung memberikan klarifikasinya terkait materi ceramah yang membuat masyarakat NTB resah.

“Kita niki (sekarang, red) sedang mendapat ujian dan difitnah, sedang ramai sekarang. Maka perlu kita klarifikasi kepada seluruh jamaah masyarakat Lombok, NTB,” kata Ustadz Mizan Qudsiah.

Menurut Ustadz Mizan Qudsiah, terjadi pemotongan video sehingga membuat masyarakat gaduh.

“Terjadi pemotongan video, video pengajian di Dasan Bantet tahun 2020. Ketika kita menyebutkan ya, dulu kita ziarah ke beberapa kuburan dan makam, lalu kita sebut ya, salah satunya disebut yaitu tentang ada salah satu makam yang namanya apa kan aneh kita dengar, ya, itu yang dipotong, ya. Maka kita katakan, pertama ini adalah pemotongan video dan ini membuat fitnah dan membuat kerancuan dan keributan di masyarakat,” katanya dalam video tersebut.

“Kedua, ketika menyebutkan nama makam tersebut itu bukan dari tiang (saya), tetapi itu menukil perkataan TGH Mahsun rahimahullah ta’ala yang dari Belencong, ya. Jadi apa? Pemotongan video. Dan tentu tidak ada niat sama sekali untuk apa? Menghina, ya. Ini kita menyebut perbuatan dahulu, kemudian kita menukil ucapan, membawakan ucapan orang alim, ya. Maka ini, kita perlu kita ingatkan, perlu kita klarifikasi kepada seluruh kaum muslimin,” lanjutnya.

Menurutnya, langkah klarifikasi perlu dilakukan lantaran potongan video tersebut membuat banyak orang resah dan marah.

“Wajar mereka (masyarakat) marah, karena yang dipotong itu seolah-olah kita apa? Kita menjelekkan. Padahal, kita menyebut peristiwa ya. Maka mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dimaklumi dan kita minta maaf sekiranya memang ada tutur kata yang salah karena kita tidak lepas dari kesalahan. Tidak ada niat sama sekali untuk mau menghinakan. Tidak ada sama sekali. Dan, pelungguh-pelungguh saksi jadi semua bahwa seperti itulah yang disampaikan, oleh siapa? TGH Mahsun rahimahullah ta’ala. Saya kira demikian klarifikasi niki,” papar Ustaz Mizan Qudsiah.

Diketahui sebelumnya, warga setempat dikagetkan dengan perusakan Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah di Jalan Raya Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Minggu kemarin (2/1).

Kasus perusakan dan pembakaran mobil milik ponpes diduga karena konten ceramah Ustadz Mizan Qudsiah MA LC yang viral di media sosial.

Polisi menduga ceramah itu berbau provokatif dan merendahkan tradisi masyarakat setempat.

Dalam potongan video berdurasi 19 detik itu, Ustadz Mizan Qudsiah MA LC mengatakan, “…Makam Selaparang, Bintaro, Sekarbela, Loang Baloq, Ali Batu, Batu Layar, kuburan tain acong, keramat tain acong…,”. Potongan video tersebut tersebar di channel Youtube Surabaya Mengaji dengan judul Wisata Religi ke Kuburan.

Bahkan, ada indikasi perusakan Ponpes As-Sunnah di Jalan Raya Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Minggu kemarin (2/1) karena materi konten tersebut. (jpnn/ran)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga