Pemkot Bandung Alokasikan Rp 1,25 Miliar untuk Pembongkaran Tiga JPO dan 17 Halteu

BANDUNG – Untuk menata dan memperindah etetika Kota, Pemerintah Kota Bandung (Pemkot Bandung) melalu Dinas Perkerjaan Umum (DPU) melakukan pembongkaran JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang berada di depan Kantor Pos Asia-Afrika, Senin, (20/12) malam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pembongkaran JPO dilakukan merupakan bagian revitalisasi atau penataan dari kawasan Alun-alun.

‘’Ini juga nantinya akan menambah estetika kota, nantinya akan dibangun Bandung Tourism Center di JPO baru,’’katanya kepada Jabareskpres.com, Senin, (21/12)

Dia mengatakan, revitalisasi pembangunan JPO yang ada di Kota Bandung akan diilakukan bertahap dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,25 Miliar.

Anggaran tersebut diperuntukan untuk melakukan pembongkaran JPO Asia-Afrika, untuk membongkar 2 JPO lainnya yang berada di Depan Sate Harris setelah Simpang Lima dan Kawasan Antapani.

Selain itu, pembongkaran juga akan dilakukan terhadap 17 halteu yang berada diberbagai titik di Kota Bandung.

Ema menuturkan, selain revitalisasi JPO, rencananya akan dibangun juga Bandung tourism center pusat atau Informasi tulis Bandung.

‘’Nanti ada pengelolanya di sana mungkin Dispudbar petugasnya nanti yang akan berperan karena sesuai dengan fungsi,” katanya.

Ema menjelaskan untuk proses eksekusi pembongkaran pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga guna mempercepat proses serta memastikan prosedur yang dilakukan berjalan baik.

Posisi Jembatan yang berada di jalan arteri membuat pembongkaran hanya bisa dilakukan pada malam hari.

Untuk proses pembongkaran kurang lebih memakan waktu 7-8 hari. Jadi setiap jam 10 malam sampai jam 5 pagi arus lalu lintas dilaihkan ke Jalan Banceuy.

Disinggung proses pengerjaan pembongkaran JPO dilakukan di akhir tahun, Ema beralasan bahwa akibat proses administrasi saja.

‘’Jadi harus tertib administrasi faktor itulah sedikit ada memakan waktu tidak ada niatan oh iya urang deudeutkeun di akhir tahun ini tidak ini mah masalah proses, itu aja,’’pungkas Ema. (mg2)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan