Vaksinasi di Tempat Wisata di Cianjur Buka Saat Akhir Pekan

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, dr Irvan Nur Fauzy.ANTARA POTO. (Ahmad Fikri)
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, dr Irvan Nur Fauzy.ANTARA POTO. (Ahmad Fikri)
0 Komentar

CIANJUR – Kepala Dinkes Cianjur dr Irvan Nur Fauzy  mengatakan untuk mempercepat pencapaian, pihaknya membuka posko vaksinasi di tempat wisata, seiring tingginya angka kunjungan ke tempat wisata sejak satu bulan terakhir. Sasaran wisatawan lokal ditarget 70 persen dari 1,9 juta sasaran penerima vaksinasi, sebelum akhir 2021.

“Terlebih penerapan aturan wisatawan yang masuk tempat wisata wajib menunjukkan surat vaksin atau scan barcode melalui aplikasi Pedulilindungi. Ketika ada wisatawan lokal belum divaksin, dapat diarahkan ke posko yang tersedia di lokasi,” katanya di Cianjur, Minggu (19/12).

Dia menjelaskan posko vaksinasi di tempat wisata, dibuka saat akhir pekan terutama saat angka kunjungan wisatawan tinggi, sehingga warga yang belum mendapatkan vaksinasi, tetap dapat berwisata.

Baca Juga:Sekdes Leuwigoong Dibacok Kepala Dusun, Diduga Ribut Masalah PekerjaanTimnas Bulu Tangkis Harus Mundur dari Turnamen India, Ini Sebabnya

Posko vaksinasi di tempat wisata ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

“Kami akan terus mengejar target hingga akhir tahun, pencapaian vaksinasi dapat tembus di angka 70 persen dari 1,9 juta penerima. Termasuk menggencarkan vaksinasi dari rumah ke rumah. Saat ini yang rutin dibuka di Savilage-Puncak, Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara,” ujarnya.

Dia menambahkan, hingga pekan ketiga Desember, angka vaksinasi di Cianjur, sudah mendekati target atau 67 persen, sehingga pihaknya optimistis target 70 persen akan tercapai di akhir tahun atau pekan keempat Desember, dengan menggencarkan kembali gebyar vaksinasi di sejumlah kecamatan, bekerja sama dengan Forkopimda Cianjur.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai kalangan, agar dapat menggenjot angka vaksinasi tercapai sesuai target di akhir tahun, sehingga di awal tahun, kita dapat melakukan vaksinasi untuk anak usia dini, sehingga target 100 persen dapat tercapai, sehingga ‘herd immunity‘ semakin kuat dan pandemi segera usai,” pungkasnya. (Antara)

0 Komentar