BANDUNG – Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian menggelar workshop bersama Forum Wartawan Industri di Bandung, Kamis (18/11). Selain dihadiri para wartawan di lingkungan kerja Kemenperin, acara juga dihadiri sejumlah rekanan kerja terkait.
Hadir dalam acara tersebut Plt. Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Sekretaris Dirjen Mohammad Ari Kurnia, Kabiro Humas Kemenperin Ni Nyoman Ambareni, Direktur Corporate Affairs PT. Frisian Flag Indonesia Adrew Saputro, Direktur DDP & FDOV Projet PT. Frisian Flag Indonesia Akhmad Sawaidi, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia Dedi Setiadi dan Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan Aun Gunawan.
Dalam sambutannya, Putu Juli Ardika menuturkan jika kegiatan ini cukup penting dilakukan dalam rangka mengetahui implementasi berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan sektor industri agro dalam upaya mendukung pengembangan industri khususnya industri pengolahan susu.
Baca Juga:KH. Noer Ali di Mata Sang Cucu, Wali Kota Bekasi dan LDII3 Pemain Liga Italia Jadi Incaran Newcastle United, Siapa Saja?
“Sebagai contoh PT. Frisian Flag Indonesia melalui pola kemitraan dengan para peternak sapi perah di Subang, Jawa Barat. Pada pagi hari tadi kita telah mengunjungi dairy village, sebagai salah satu contoh keberhasilan pola kemitraan yang telah dilakukan PT. Frisian Flag Indonesia dalam upaya memenuhi kebutuhan bahan baku susu maupun pemberdayaan masyarakat peternak sapi perah di sekitarnya,” tuturnya.
Putu mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional sampai dengan kuartal ketiga tahun 2021 berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik mencapai 3,51 persen di mana sektor industri agro juga mampu tumbuh positif sebesar 2,39 persen.
Hal ini menunjukkan sinyalemen yang baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya di mana pertumbuhan PDB nasional terkontraksi sangat dalam di angka negatif 3,49 persen sementara sektor industri agro juga tercatat di angka negatif 0,45 persen.
“Jika dibedah lebih dalam terhadap sumber-sumber pertumbuhan industri agro, subsektor industri makanan dan minuman pada kuartal kedua ini mencatatkan kinerja pertumbuhan yang baik sebesar 2,95 persen, subsektor industri furnitur juga mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 7,18 persen ,” jelasnya.
Sementara itu, dia menjelaskan sub-sektor industri lainnya yaitu industri pengolahan tembakau, industri kayu dan industri kertas dan percetakan masih mencatatkan nilai pertumbuhan negatif walaupun sudah menunjukkan perbaikan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
