Dalam modernisasi pemanfaatan teknologi terdapat dua cara yang dilakukan oleh petani setempat.
Pertama, pemanfaatan mesin combine untuk panen padi.
Kedua, penyiraman cairan pestisida untuk pengendalian Organisme Penganggu Tanaman (OPT) atau hama dengan menggunakan drone.
Manfaat dari penggunaan drone ini dapat menghemat waktu penyiraman yang sebelumnya per-10 Ha memakan waktu dua hari menjadi 2-3 jam per-10 Ha sawah. Salah satu Petani Milenial komoditas padi yang sukses ini adalah Aneul Yaqin.
Baca Juga:Majukan Ekonomi Desa, bank bjb Perkuat Kerja Sama dengan APDESI JabarePaper Koran Jabar Ekspres Edisi Senin, 15 November 2021
Pemuda kelahiran 30 Juli 1993 ini merintis usaha pertanian sawah pada 2017 di daerah Banyusari, Kabupaten Karawang. Yaqin merupakan lulusan UGM dan menjadi pendiri Gapoktan Tani Silih Asuh 1.
Luas sawah yang ia kelola saat ini adalah 65 Ha dengan total pekerja terdiri dari 60 orang petani binaan, 12 petani, dan 30 orang pekerja di penggilingan padi.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan gerakan Petani Milenial Jabar disiapkan untuk bisa meregenerasi petani di tengah masa krisis akibat berkurangnya jumlah petani usia muda.
“Pemprov Jabar akan terus mengembangkan petani milenial untuk menjawab permasalahan di bidang pertanian, khususnya regenerasi petani,” tukasnya.(rls)
