Di sisi lain ia juga menyebut harus ada ikatan khusus untuk bisa membangun hubungan dengan investor UEA. Di samping itu, mereka juga sangat berkomitmen terhadap lingkungan.
“Jadi ini gabungan, makanya tidak gampang,” ucapnya.
Kendati demikian Bahlil menilai ikatan persahabatan yang erat antara Putera Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan dengan Presiden Jokowi bisa jadi peluang yang baik untuk memantapkan hubungan ekonomi kedua negara.
“Ke depan UEA ini salah satu negara yang sangat terbuka baik ke AS, Eropa, bahkan China sekalipun. Dan posisinya strategis sebagai salah satu negara yang ekonomi bagus dan punya jaringan bagus. Secara kultur pun kita punya hubungan emosional. Maka kita harus pandai mainkan peran untuk bisa mendapatkan keuntungan yang win win antara kedua belah pihak,” pungkasnya.
(Antara)
