Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Web Binar Forum Merdeka Barat 9
Web Binar Forum Merdeka Barat 9
0 Komentar

“Kita lakukan sosialisasi hidup sehat agar masyarakat selalu sadar bahwa sehat itu mahal harganya dan berdampak pada ekonomi, baik individu maupun negara,” ungkap Diono.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional, Harif Fadhillah menyatakan bahwa seharusnya dalam masa pandemi ini, semua pihak dapat saling merawat.

Perawat memberikan perawatan kesehatan kepada masyarakat sesuai kompetensinya, sedangkan masyarakat juga merawat motivasi sehingga semua dapat bertahan melawan pandemi.

Baca Juga:Administrasi Tambang di Cabang Dinas ESDM Wilayah III Belum Capai TargetDidukung AMS untuk Maju Jadi Capres, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

Ia menuturkan, pengalaman paling mendalam dalam tugas pelayanan Covid-19 adalah ketika harus merawat teman sejawat yang kritis hingga berhasil sembuh.

Menurutnya, dalam bertugas, kekuatan team work sangat membantu guna saling membangkitkan semangat.

“Kebersamaan itu digunakan sebagai motivasi, bahwa meski tugas sangat berat, tapi harus dilalui dengan keceriaan dan potensi masing-masing dalam upaya mempertahankan semangat,” ungkap Harif.

Terkait bagaimana Nakes membangun motivasi dan dedikasi merawat pasien, Harif menuturkan, “Tenaga kesehatan dididik dengan nilai yang sama, yaitu nilai altruistik yang ditanamkan sejak dini. Mementingkan orang lain daripada kepentingan kelompok individu, bahkan keluarga sendiri.”

Dengan nilai tersebut, walaupun tidak mengenal pasien, Nakes punya kewajiban kemanusiaan merawat pasien dengan sungguh-sungguh, terutama pada saat pandemi yang sangat membutuhkan tenaga kesehatan.

Mengingat perjuangan dan ketulusan Nakes dalam melayani pasien, Harif berpesan kepada masyarakat, harus bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi yang belum diketahui kapan usai. Perilaku harus diubah supaya tetap punya kesadaran untuk hidup sehat, dimulai dari penerapan 3M, yang bila betul-betul diimplementasikan, dapat melindungi kita dari Covid-19.

Situasi pandemi di tanah air memang telah membaik, ditandai dengan berkurangnya angka kasus. Hal tersebut juga terlihat di RSDC Wisma Atlet, Jakarta.

Baca Juga:Ketua AMS: Airlangga, Ridwan Kamil, Anis Baswedan Layak Maju Jadi Capres 2024Rumah Makan Asep Strowberi di Kadungora Garut, Hangus Dilalap Api

Relawan RSDC Wisma Atlet/Ketua DPK PPNI Wisma Atlet, Yogaditya Riza Aswar menyebutkan, saat ini Wisma Atlet sudah tidak lagi padat, namun petugas tetap diminta selalu bersiap menghadapi setiap kemungkinan. Selain itu, kegiatan di Wisma Atlet juga masih aktif, di mana Nakes didukung untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kompetensi.

Terkait pengalamannya bertugas di masa lonjakan kasus, Yoga menuturkan bahwa 1111apat menjalankan layanan lain seperti mencukur rambut.

0 Komentar