Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

Web Binar Forum Merdeka Barat 9
Web Binar Forum Merdeka Barat 9
0 Komentar

BANDUNG– Tenaga kesehatan (Nakes) adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya resiko besar terpapar langsung dengan virus Covid-19.

Tidak sedikit Nakes yang berpulang di masa pandemi, demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Karena itu, layak jika dikatakan tenaga kesehatan sebagai pahlawan pandemi Covid-19. Perjuangan dan dedikasinya perlu diapresiasi.

Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan, Diono Susilo menyatakan, pahlawan selama ini identik dengan militer, tapi ternyata Nakes juga menjadi pahlawan di masa pandemi.

Baca Juga:Administrasi Tambang di Cabang Dinas ESDM Wilayah III Belum Capai TargetDidukung AMS untuk Maju Jadi Capres, Begini Tanggapan Ridwan Kamil

“Pemerintah juga melihat para Nakes memberikan yang terbaik meski nyawa sendiri dalam ancaman,” ungkapnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Rabu (10/11). Menurutnya, kepada para pahlawan ini, apresiasi diberikan pemerintah.

“Diantaranya berupa tanda kehormatan, peluang beasiswa maupun dukungan finansial seperti dalam bentuk santunan kematian bagi mereka yang gugur dalam bertugas pelayanan Covid-19, serta insentif,” tambahnya.

Pada awal masa pandemi, banyak Nakes yang gugur disebabkan faktor ketidaktahuan, di mana masyarakat sering kurang jujur terkait gejala yang dialami atau kontak eratnya.

“Akibatnya Nakes ikut terpapar. Selain itu juga faktor lokasi pekerjaan dan kelelahan,” ujarnya.

Seiring waktu, situasi lebih terjaga sehingga Diono berharap dengan pembelajaran tersebut, risiko gugurnya Nakes karena bertugas dapat ditekan sekecil mungkin. Saat ini, meski pandemi telah melandai berkat kerja sama semua elemen, Diono menyebutkan pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Prokes adalah kunci keselamatan kita semua. Kalau kita sehat, ekonomi juga sehat,” tandasnya.

Menurutnya, upaya pemantauan juga masih tetap dilakukan di seluruh wilayah, sehingga dapat dilakukan tindakan apabila terjadi pergerakan kasus. Penegakan hukum juga dapat dilakukan untuk menindak pelanggaran, agar masyarakat lebih berhati-hati.

Baca Juga:Ketua AMS: Airlangga, Ridwan Kamil, Anis Baswedan Layak Maju Jadi Capres 2024Rumah Makan Asep Strowberi di Kadungora Garut, Hangus Dilalap Api

Kata Diono, pandemi Covid-19 seharusnya membuat masyarakat lebih sadar bahwa kesehatan itu mutlak diperlukan.

Dalam momentum ini, peran Posyandu dalam sosialisasi hidup sehat dinilai sangat bermanfaat, begitu pula peran Nakes di sektor layanan primer, sekunder, dan tersier untuk menyampaikan gerakan hidup sehat dan pola hidup sehat.

0 Komentar