Susur Sungai Kembali Telan Korban, Begini Tanggapan Kwarnas

Tim gabungan mengevakuasi jenazah pelajar MTs Harapan Baru Kabupaten Ciamis yang tenggelam saat kegiatan susur sungai (Iman SR / Radar Tasikmalaya)
Tim gabungan mengevakuasi jenazah pelajar MTs Harapan Baru Kabupaten Ciamis yang tenggelam saat kegiatan susur sungai (Iman SR / Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

JAKARTA – Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Chairul Huda, mengatakan kegiatan susur sungai atau bersih-bersih sungai masih diperlukan bagi para peserta didik. Namun menurutnya, masih ada yang mengabaikan keamanan mengenai kegiatan tersebut.

Hal ini dikatakan Chairul Huda setelah adanya 11 siswa MTs Harapan Baru, Ciamis, meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Cileueue saat mengikuti kegiatan susur sungai.

“Kegiatannya (susur sungai, Red) masih penting. Tapi sepertinya aturan Kwarnas tentang manajemen risiko diabaikan,” ujar Chairul kepada JawaPos.com, Sabtu (16/10).

Baca Juga:Muhammadiyah Buka Suara Soal Kehalalan Vaksin ZifivaxSegera Comeback, Secret Number Ungkap Member Baru, Namanya Zuu

Menurut Chairul Huda, kegiatan susur sungai masih perlu dilakukan karena untuk mengimplementasikan agar siswa bisa mencintai lingkungan. Hal ini menjadi aktifitas di luar sekolah yang menjadi ciri dari Pramuka.

“Jadi susur sungai bagian dari pengaplikasian cinta alam yang jadi kode kehormatan Pramuka dan juga teknik kepramukaan seperti ilmu medan, peta, kompas, dan lain-lain,” tuturnya.

Chairul menuturkan, Kwarnas tidak ingin muncul musibah kegiatan susur sungai ini. Seharusnya kejadian 2020 di Sleman, Jogjakarta bisa dijadikan pelajaran agar panitia pelaksanaan susur sungai ini bisa lebih hati-hati.

“Ini sebenarnya kejadian yang sangat tidak kami inginkan. Karena kejadian di Sleman sebenarnya telah cukup menjadi pelajaran untuk meningkatkan kehati-kehatian pelaksanaan giat luar ruang,” katanya.

Chairul mengaku saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kwarda Jawa Barat dan Kwarcab Ciamis untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Saat ini Kwarnas sedang berkoordinasi dengan Kwarda Jabar dan Kwarcab setempat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru, Kabupaten Ciamis, meninggal dunia karena tenggelam saat susur sungai. Identitas korban telah diketahui. Kurang lebih 150 orang siswa-siswi MTs Harapan Baru, Dusun Cijantung, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan pramuka dan susur sungai.

Baca Juga:9 Bulan PascaLongsor Sumedang, Sekda Harap Relokasi Rumah Korban Terealisasi pada 2022Penutupan Dihadiri Wapres, PLN Sukses Suplai Listrik PON XX Papua 2021

Sementara itu, pada 23 Februari 2020 silam juga ada kejadian serupa dan lokasi di Sleman, Jogjakarta. Kala itu, 10 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, meninggal dunia akibat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor. (jawapos)

0 Komentar