oleh

Muhammadiyah Buka Suara Soal Kehalalan Vaksin Zifivax

JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik kehadiran vaksin Zifivax yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. Bahkan, vaksin Covid-19 itu sudah mendapatkan sertifikat halal dan bersih dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau sudah ada izin Badan POM dan sertifikasi dari MUI, Muhammadiyah seperti sikap sebelumnya. Seandainya vaksin ini (Zifivax-Red) diputuskan penggunaannya, ya jadi kita pakai,” ujar Ketua Majelis Majelis Pembina Kesehatan PP Muhammadiyah, Mohammad Agus Samsudin kepada wartawan, Sabtu (16/10).

Baca Juga:  Ahmad Zain An-Najah, Pengurus MUI yang Ditangkap Densus 88 Dinonaktifkan

Untuk sertifikat halal dan bersih dari MUI terhadap vaksin yang diproduksi perusahaan asal Tiongkok, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, Agus Samsudin berpandangan bahwa Muhammadiyah sejak awal menyatakan bahwa vaksinasi merupakan bagian dari upaya kolektif yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

Kendala di lapangan dalam upaya pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi sebagaimana sikap Muhammadiyah sebelumnya, menurut Agus Samsudin adalah bahwa mencegah lebih baik daripada sakit. Sertifikat halal dan bersih dari MUI, setidaknya memberikan tingkat kepercayaan bagi mereka yang memutuskan belum mengikuti vaksinasi.

Baca Juga:  Dituduh Bentuk Pasukan Siber untuk Tujuan Politik, Begini Kata MUI

“Ada beberapa sebab sebenarnya mereka tidak atau belum vaksin. Misalnya masih ada sebagian yang percaya tidak percaya dengan Covid-19, ada juga yang takut disuntik, jadi penyebabnya macam-macam. Sertifikat halal ini bisa menjadi salah satu jalan bagi mereka yang masih ragu-ragu,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga