JABAR EKSPRES – Sebuah keluarga di Kota Bogor mengaku kesulitan membuat laporan polisi usai mengalami dugaan pengeroyokan dan perusakan di kawasan RT 10 RW 06, Babakan Perumnas, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Perempuan bernama Fadiyah Alkaff (18) mengatakan peristiwa tersebut menimpa keluarganya pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
Menurut Fadiyah, saat itu sekitar lima pemuda yang disebut merupakan teman sepupunya, Diki Pangestu, datang ke rumah dalam kondisi diduga mabuk. Mereka masuk ke kamar Diki, merokok di dalam rumah, dan membuat keributan hingga membangunkan penghuni rumah.
Baca Juga:Terbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan20 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor, One Way ke Arah Jakarta Diberlakukan
Ibunya, Kusmiati, kemudian menegur dan meminta mereka keluar secara baik-baik lantaran adik Fadiyah yang masih berusia empat tahun tengah sakit demam.
Namun, teguran itu disebut memicu cekcok. Salah seorang pemuda yang disebut bernama Oyeh diduga membentak ibunya.
“Mama saya malah dibilang, ‘Bu siapa? Keluar dari rumah ini’. Mama saya kaget banget,” ujar Fadiyah, Sabtu (16/5/2026).
Mendengar keributan tersebut, ayah Fadiyah keluar kamar untuk melerai dan meminta para pemuda meninggalkan rumah. Namun situasi justru memanas hingga berujung dugaan pengeroyokan.
“Ayah saya didorong sampai membentur dinding rumah tetangga. Jumlahnya lebih dari lima orang lawan satu,” katanya.
Setelah kejadian, keluarga sempat meminta bantuan Ketua RT setempat. Namun, menurut Fadiyah, permintaan tersebut tidak mendapat respons sebagaimana diharapkan.
Keluarga lalu mendatangi Polsek Bogor Timur untuk melapor. Namun Fadiyah mengaku laporan tidak langsung diproses.
Baca Juga:Anak Dirawat karena Demam Tinggi, Intan Rasakan Manfaat Nyata Program JKNTiga Tahun Jalani Cuci Darah, Eko Bersyukur Terbantu Program JKN
Sekitar pukul 03.00 WIB, dua anggota kepolisian disebut datang ke lokasi untuk mengecek situasi. Meski demikian, menurut Fadiyah, para pemuda yang diduga terlibat masih tetap berada di rumah hingga keesokan harinya tanpa ada tindakan lanjutan.
Merasa tidak mendapat kepastian, keluarga kemudian mendatangi Polresta Bogor Kota. Namun, ia mengaku kembali diarahkan ke pihak lain.
Fadiyah bahkan mengaku keluarganya sempat mendapat respons yang dinilai tidak pantas saat menyampaikan kronologi.
“Katanya, ‘kan ayahnya Brimob, kenapa enggak hukum rimba aja’. Saya kaget mendengar ucapan seperti itu,” ujarnya.
