Ada konsumen yang sudah menjadi langganan untuk memesan maggot dari kelompok warga tersebut. Dari wilayah Bandung Raya dan Jakarta. Uang hasil penjualannya digunakan kembali untuk pengembangan budidaya maggot dan lele.
“Kita sudah jual maggot hampir 1 ton. Udah langganan. Ada dari Jakarta, Cimahi, Lembang,” terang Priambodo.
Selain bermanfaat untuk pakan lele yang dikelola warga dan memiliki nilai ekonomi, budidaya maggot yang dikembangkan warga tersebut ternyata memiliki jasa untuk mengurangi beban sampah yang dibuang dari Kota Cimahi ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga:Sempat Diprotes Puluhan Petani, Pelaksana Proyek Normalisasi Sungai Ciherang Berikan Pompa AirTaklukkan Malut, Sepak Bola Putra Jabar Tembus 6 Besar PON XX Papua
Selama tiga bulan berjalan, kata dia, dari budidaya maggot itu pihaknya bisa membantu Pemkot Cimahi untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat mencapai 11 ton.
Ke depan pihaknya berencana akan melakukan pengembangan dengan menambah area dan biopon hingga 120. Targetnya, dari 120 biopon itu beban sampah yang dikurangi mencapai 60 ton per bulan dengan budidaya maggotisasi. (fey)
