oleh

Daster Tiba-Tiba Terbuka Saat Bangun Tidur, Korban Berteriak, Suami Lapor Polisi

BOGOR – Polisi mengamankan oknum sekuriti salah satu perumahan di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Oknum sekuriti berinisial YR diduga melakukan tindak pidana percobaan pemerkosaan terhadap RM, ibu rumah tangga sudah bersuami. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (28/9) pada pukul 04.00 WIB.

Kasubsi Penmas Sie Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar mengatakan peristiwa terjadi pada saat korban tengah tertidur di kamar sendirian, lantaran suaminya sedang tidak berada di rumah.

Kondisi pintu utama rumah korban saat itu dalam keadaan tertutup, tetapi posisinya tidak terkunci serta pintu kamar di lantai dua sedikit terbuka.

“Saat tertidur, korban tiba-tiba terbangun dan kaget karena daster yang dipakainya ada yang membuka oleh seseorang dengan memakai jaket warna hitam,” kata Iptu Rachmat.

“Korban lalu berteriak dan sempat terjadi tarik-menarik daster sehingga sedikit robek,” ucapnya.

Karena korban terbangun, pelaku lari meninggalkan rumah tersebut.

Setelah kejadian itu korban mengalami trauma dan ketakutan. RM selanjutnya menghubungi suaminya yang saat itu tengah berada di luar rumah.

“Suami korban baru datang pada pukul 06.00 WIB. Korban dan suaminya kemudian melaporkan kepada danru sekuriti perumahan adanya seorang oknum sekuriti masuk ke dalam rumah dan akan melakukan pemerkosaan,” katanya.

Mendapati laporan itu, danru sekuriti di perumahan tersebut langsung menanyakan peristiwa tersebut kepada pelaku.

“YR mengakui telah masuk ke dalam rumah korban dan berniat akan melakukan perkosaan,” ucapnya.

Mendapati pengakuan tersebut, RM dan suaminya membuat laporan ke Polresta Bogor Kota.

“Pelaku langsung diamankan saat itu juga,” ucapnya.

“Barang bukti yang diamankan daster warna oranye motif bunga warna-warni dalam keadaan robek, jaket, dan masker milik pelaku,” kata Iptu Rachmat. (JPNN/radarbogor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga