Rencana revitalisasi sekitar bangunan heritage, tentu bangunan barunya itu tidak merusak estetika heritage.
“Harus selaras dengan bangunan heritage. Batas-batasnya harus jelas. Jangan sampai ada bangunan baru dari bagian heritage itu sendiri,’’kata dia.
Kerusakan sekecil apapun agar segera diusulkan untuk perbaikan dan pemeliharaannya. Intinya, boleh ada pemanfatan lahan hanya disekitar bangunan utamanya sebagai bangunan heritage-nya.
‘’Gedung lainnya saja yang dimanfaatkan, jangan yang heritagenya,” imbuh Sadar.
Baca Juga:Kasus Pembunuhan di Subang Masih Misteri, Mbah Mizan Disuruh TerawangInspektorat Jabar Berikan Pengawasan Ketat untuk Cegah Tipikor, Begini Katanya
Diskusi pembahasan tersebut ditutup oleh Anggota Komisi I DPRD Jabar, Haru Suandharu, Menurut dia, nasib heritage saat ini sedang dalam kondisi sulit.
Seperti sekarang ini dalam masa refocusing anggaran dan lebih tidak terperhatikan lagi.
Menurutnya, anggaran yang cukup besar teralihkan ke kegiatan lain, jika usulannya hanya sebagai keluhan anggaran maka tidak akan mendapat porsi prioritas.
Akan berbeda jika usulannya akan menghasilkan secara nilai ekonomi, itu akan diprioritaskan.
Bagaimana heritage ini bisa menghasilkan uang. Ini sebagai lahan investasi, ada hal yang bisa dimanfaatkan seiring dengan program pemprov.
‘’Jadi bisa saja dimanfaatkan oleh masyarakat, misalnya sebagai obyek wisata bersejarah sehingga ada edukasinya terhadap masyarakat,” tandas Haru. (red)
