PTMT di Bandung Belum Bisa Dilaksanakan Serempak, Ini Alasannya

PTMT di Bandung Belum Bisa Dilaksanakan Serempak, Ini Alasannya
SDN 169 Pelita nampak sepi karena PTMT belum bisa dilaksanakan
0 Komentar

BANDUNG – Sekitar 328 sekolah di Kota Bandung hari ini melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) perdana yang diselenggarakan ketat berdasarkan beberapa ketentuan, salah satunya izin dari Dinas Pendidikan dan Kewilayahan.

Namun hal tersebut tidak terjadi pada beberapa sekolah di wilayah Cibiru dari sekian sekolah yang ada hanya MAN 2 Kota Bandung dan SDN Cibiru saja yang mulai melaksanakan PTMT.

Wartawan Jabar Ekspres berkesempatan mendatangi sekolah lain, salah satunya SDN 169 Pelita yang hari ini belum juga memulai kegiatan PTMT

Baca Juga:PPKM Cimahi Turun Level, Ngatiyana Ingatkan Masyarakat Tetap Taat ProkesMembentuk Karakter Perempuan, DPC KPPI Cimahi Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

“Kita sekarang masih dalam tahap persiapan, karena nunggu intruksi dan izin belum diberikan dari Dinas jadi belum bisa belajar normal seperti biasa,” ucap Dedeh Kurniasih, Bendahara SDN 169 Pelita pada Rabu, (8/9).

Sekolah yang berlokasi di Jalan Desa Cipadung No.121, Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini berada di wilayah yang cukup padat penduduk sehingga diakui oleh pihak sekolah perlu kesiapan dan penerapan protokol yang ketat ketika PTM dilaksanakan. Sama seperti sekolah-sekolah lain SDN 169 Pelita juga mendapat banyak aduan dari para orang tua siswa agar PTM dilakukan seperti sedia kala.

“Untuk guru dan staff, Alhamdulillah di sini semua sudah vaksin, lalu alat alat pelindung seperti masker, face shield, tempat cuci tangan dan deteksi suhu juga sudah siap. Tapi karena menunggu keputusan dari Dinas, kita masih belum (melaksanakan) PTM,” tambahnya.

Di waktu yang sama, dia juga menceritakan bahwa para guru kerap kali kewalahan saat pembelajaran daring karena harus setiap saat memegang ponsel, mengingat ponsel adalah salah satu alat komunikasi yang menjadi sarana pembelajaran untuk siswa.

“Orang tua sebetulnya sudah ingin anaknya sekolah, kemarin kami sudah sebar angket dan itu rata-rata bahwa banyaknya yang pengen sekolah normal lagi. Jumlahnya ada sekitar 80 persen orangtua yang menyetujui,” kata Dedeh.

Menurutnya, prosedur diperbolehkannya PTMT ini harus didapat dari semua pihak, salah satunya kewilayahan, baik dari kelurahan maupun kecamatan. Kendala yang kini ia rasakan bersama para civitas akademika adalah kekhawatiran orangtua terhadap anak-anaknya.

Hal serupa juga tampak di SMP Negeri 46 Bandung, pihak Humas memberi keterangan bahwa kunjungan siswa ke sekolah kini hanya sebatas pengumpulan tugas bagi yang terkendala gawai dan belum melaksanakan PTMT hingga hari ini. Dijadwalkan akan segera melaksanakan pembelajaran tatap muka begitu dinas dan kewilayahan memberi izin, sementara persiapan sedang dalam proses pematangan hingga kini.

0 Komentar