Pendidikan Al Masoem Siap Lakukan PTM, Begini Strategi Penerapannya

Seorang siswa pendidikan Al Masoem saat melakulan pendataan vaksinasi pada Kamis (2/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Seorang siswa pendidikan Al Masoem saat melakulan pendataan vaksinasi pada Kamis (2/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dalam pemaparannya, Halim menuturkan, untuk KBM tatap muka dilakukan sistem pembatasan baik dari jumlah siswa ataupun waktu pembelajaran.

Halim menambahkan, karena di lingkungan pendidikan Al Masoem memiliki Tim Satgas Covid-19, maka pengawas akan berjaga di pos guna memantau supaya tidak ada siswa yang berkerumun.

“Kalau ada yang perlu masker atau mungkin ada keluhan mengenai Covid-19 bisa langsung ke pos Satgas. Kurang handsanitizer misalnya, karena setiap guru atau pengajar di kita dibekali handsanitizer juga. Supaya satu pintu jadi Satgas Covid-19 selalu standby,” paparnya.

Baca Juga:Yamaha Jabar dan UPT Puskesmas Griya Antapani Gelar Gebyar VaksinKriminalisasi Jadi Penghambat Kebebasan Pers, Begini Penjelasan Dewan Pers

“Empat jam maksimal pembelajaran. Masuk pukul 8.00 untuk SMA, 7.30 SMP karena tahfidz dulu setengah jam, SD pukul 8.30 (WIB). Setiap kelas kita batasi bangku siswa hanya 16 itu paling banyak. Kurang dari 16 boleh, tapi kalau lebih gak boleh,” tutup Halim. (mg5)

Laman:

1 2
0 Komentar