Pendidikan Al Masoem Siap Lakukan PTM, Begini Strategi Penerapannya

Seorang siswa pendidikan Al Masoem saat melakulan pendataan vaksinasi pada Kamis (2/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Seorang siswa pendidikan Al Masoem saat melakulan pendataan vaksinasi pada Kamis (2/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

RANCAEKEK – Pendidikan Al Masoem Bandung telah lakukan berbagai upaya dalam menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Mengingat saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Barat sudah memasuki Level Tiga, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) direncanakan agar kembali dilakukan secara tatap muka.

Terkait hal tersebut, Humas Pendidikan Al Masoem, Asep Abdul Halim menjelaskan, untuk kesiapan PTM lingkungan sekolah baik SD hingga SMA sudah dipersiapkan.

Baca Juga:Yamaha Jabar dan UPT Puskesmas Griya Antapani Gelar Gebyar VaksinKriminalisasi Jadi Penghambat Kebebasan Pers, Begini Penjelasan Dewan Pers

“Kita sediakan tempat cuci tangan di depan kelas dari lantai satu sampai tiga. Di depan pintu-pintu kelas dan ruang guru juga disediakan handasitizer,” kata Halim kepada Jabar Ekspres di lokasi, Kamis (2/9).

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lingkungan pendidikan Al Masoem, terlihat setiap sudut sudah disediakan tempat cuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir.

Halim mengatakan, untuk kegiatan belajar setiap siswa diharuskan menggunakan masker dari rumah dan perlu dilakukan cek suhu sebelum memasuki ruang kelas.

“Kalau ternyata kelupaan bawa masker, kita ada masker cadangan, disiapkan untuk siswa yang lupa,” ucap Halim.

Selain itu, Halim menerangkan, jika saat pengecekan terdapat siswa yang suhu tubuhnya panas, maka akan dipindahkan dulu ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Nanti di UKS dilakukan pemeriksaan, kita cek kesehatannya, kalau memang ada gejala sakit yang bukan Covid-19, kita sarankan pulang untuk istirahat,” pungkas Halim.

“Kalau ternyata saat diperiksa ada gejala Covid-19, kita arahkan harus bagaimananya. Misal perlu pemeriksaan lebih lanjut ke puskesmas atau rumah sakit kemudian disarankan agar isoman (isolasi mandiri) di rumah,” tambahnya

Baca Juga:Atasi Ketimpangan, Pemprov DKI Canangkan Subsidi Tarif Air BersihJelang Liga 2, Semen Padang Masih Belum Terima Surat Resmi dari PT LIB

Sementara itu, untuk sterilisasi ruangan dan lingkungan pendidikan Al Masoem, Halim berujar, pihaknya melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin.

“Setiap beres kegiatan belajar kita semprot pakai disinfektan dan dilap setiap hari. Untuk fokus sterilisasinya kita adakan juga setiap seminggu dalam satu bulan,” imbuhnya.

Penyemprotan cairan disinfektan setiap satu bulan selama sepekan itu, dijelaskan Halim, setelah KBM dilakukan akan dikosongkan kegiatan selama satu Minggu setiap bulan.

“Jadi begini, kelas satu SMP dan SMA masuk di Minggu pertama. Kemudian kelas duanya di Minggu kedua dan kelas tiga di Minggu ketiga. Untuk Minggu keempat di bulan yang sama itu, kita kosongkan kegiatan belajar tatap muka untuk fokus terilisasi lingkungan pendidikan,” ujar Halim.

0 Komentar