Pihak-pihak yang Terlibat Perebutan Tahta Keraton Kasepuhan Cirebon

Dari kiri, Sultan Aloeda II Rahardjo Djali, Ratu Nunik K Anjarsari Keluarga Amir Sena, Ratu Mawar Kartina Family Kesultanan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan, Pangeran Kuda Putih Santana Kesultanan Cirebon.
Dari kiri, Sultan Aloeda II Rahardjo Djali, Ratu Nunik K Anjarsari Keluarga Amir Sena, Ratu Mawar Kartina Family Kesultanan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan, Pangeran Kuda Putih Santana Kesultanan Cirebon.
0 Komentar

Santana Kesultanan Cirebon

Digawangi oleh Pangeran Kuda Putih (PKP) atau Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja. Mereka menolak dan tidak mengakui penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV.

Santana Kesultanan Cirebon juga menolak penobatan Sultan Aloeda II, Rahardjo Djali sebagai penerus takhta Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pangeran Kuda Putih beralasan, secara pepakem Polmak tidak bisa menjadi sultan. Dirinya juga mengklaim sebagai ahli waris dari Keraton Kasepuhan, karena memiliki Babon Silsilah dari ayah dan ibu sebagai Dzuriat Sunan Gunung Jati.

PRA Luqman Zulkaedin

Baca Juga:Suasana di Keraton Kasepuhan Cirebon Panas! Sekelompok Warga Datangi Rumah Sultan Aloeda IISoal Program di Level Nasional, Pengamat Sebut Ganjar Tertinggal dari Anies Baswedan

Jumenengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, sejauh ini tidak diakui oleh semua kelompok yang terlibat perebutan takhta Keraton Kasepuhan Cirebon.

Luqman Zulkaedin adalah anak dari PRA Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon.

Luqman diangkat menjadi Pangeran Raja Adipati melalui sebuah prosesi, sebelum Sultan Arief meninggal dunia, karena sakit beberapa waktu lalu. (radarcirebon/red)

0 Komentar