Melihat dari Dekat Potensi Bisnis Kawasan Hutan Milik Perhutani Wilayah Bandung Utara

BANDUNG – Wilayah Kawasan Perhutani yang masuk dalam Ke Satuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Bandung utara memiliki banyak potensi jika dilakukan pengelolaan dengan benar.

Kepala  Administrator Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi melalui Kepala subseksi hukum dan kompers Endan Cahyadi mengatakan, wilayah kawasan KPH Bandung utara memiliki luas  20.560,36 hektar yang berada di empat daerah di antaranya Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Purwakarta, dan Subang.

Kepala subseksi hukum dan kompers Perum Perhutani Endan Cahyadi
Kepala subseksi hukum dan kompers Perum Perhutani Endan Cahyadi

Kawasan KPH Bandung Utara memiliki 80 persen hutan lindung. Sedangkan sebagiannya hutan produksi berada di Kecamatan Rajamandala, Kecamatan Cipeundeuy yang masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Disamping itu, Perhutani Bandung utara tidak hanya mengelola dalam kawasan hutan lindung saja, ditempat ini ada kawasan hutan salah-satunya getah  pohon pinus.

‘’Jadi kawasan perhutani memiliki banyak potensi. Disamping hutan lindung juga ada kawasan yang dijadikan bisnisnya juga,’’kata Endan ketika ditemui di ruang kerjanya Kamis, (20/06).

Selain itu, Perhutani juga memiliki kerjasama pengembangan bisnis usaha di bidang Agro di antaranya pembuatan kebun kopi, pemanfaatan air, dan juga makanan ternak.

Kerjasama dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU Lembang) sudah lama terjalin. Bersama Petani dan peternak sapi penyedian lahan rumput untuk pakan ternak sapi ada di kawasan lahan milik Perhutani Bandung utara.

Untuk pengelolaan mata air Perhutani juga bekerjasama dengan Alma’soem dengan membuat Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Lebih lanjut Endan Cahyadi menjelaskan, untuk wilayah tengah Perhutani bekerjasama dengan PDAM Tirta Raharja, dengan Amarta termasuk PDAM Tirtawening.

Selain itu, kelompok-kelompok masyarakat kecil yang tergabung ke dala, lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).

‘’Tentunya kelompok lembaga ini sudah berbadan hokum,” cetus Endan.

Selain itu, Perhutani juga sedang melakukan pembuatan pupuk kompos yang di Rajamandala Sarimukti KBB.

Endan menambahkan, Perhutani selama ini selalu terbuka untuk diajak kerjasama bisnis. Baik individu, kelompok maupun dengan pihak perusahaan swasta. Namun, harus patuh pada aturan dan syaratnya. Salah-satunya ikut menjaga kelestarian hutan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan