Antusias Masyarakat Sumedang Ingin Divaksin Tinggi, Namun Stok Vaksin Kurang

Giat Lokakarya Mini Tri (Loktri) bulanan Dinas Kesehatan Sumedang di Kecamatan Cimanggung, Kamis (19/8). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Giat Lokakarya Mini Tri (Loktri) bulanan Dinas Kesehatan Sumedang di Kecamatan Cimanggung, Kamis (19/8). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG – Animo masyarakat di Kabupaten Sumedang dalam mengikuti vaksinasi cukup tinggi.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumedang, Ekki Riswandiah saat ditemui Jabar Ekspres di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, meskipun saat ini masyarakat tengah antusias agar dapat divaksin, ketersediaan dosis menjadi kendala dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:Imbas Pandemi Covid-19, Pemkot Bandung Terpaksa Ubah RPJMD 2018-2023Kolaborasi Telkom dan Microsoft untuk Akselerasi Transformasi Digital Demi Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

“Yang jadi masalah ketersediaan vaksinnya, karena vaksinnya terbatas dikirimnya,” kata Ekki di lokasi, Kamis (19/8).

Kendati demikian, Ekki mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus melakukan berbagai upaya agar masyarakat bisa mendapatkan vaksin.

“Kita tetap mengupayakan mencari vaksin dari manapun itu untuk diberikan ke masyarakat, jadi gak usah khawatir,” ucap Ekki.

Dalam pemaparannya, Ekki menerangkan, pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini masyarakat tengah berperang.

“Saat ini kita berperang melawan Covid-19 itu ada tiga, dengan jaga prokes, dengan 3T kemudian vaksinasi,” pungkas Ekki.

Ekki pun berpesan, supaya masyarakat yang ingin divaksin agar meminimalisir panyebaran virus Covid-19 disarankan untuk mendaftarkan diri ke desa masing-masing.

“Kalau ke peduli lindungi itu tidak terdaftar ke desanya, jadi baiknya langsung saja daftar ke desa masing-masing biar satu pintu,” imbuh Ekki.

Baca Juga:Pemkot Bandung Sambut Baik Inovasi Logo Resmi HJKB ke-211Masalah Sampah Menumpuk Terjadi Lagi di Wilayah Rancaekek

Menurut Ekki, mendaftarkan diri untuk vaksinasi melalui desa masing-masing selain agar satu pintu pendataannya, juga apabila daftarnya pada situs pedulilindungi.com dikhawatirkan akan mempersulit warga.

“Kalau peduli lindungi itu langsung dapat e-tiket, itu dia harus cari faskes (fasilitas kesehatan) dimana. Itu belum tentu jadwalnya sama dengan kita,” tutup Ekki. (mg5)

0 Komentar