oleh

Jokowi Disarankan Jangan Pakai WhatsApp, Lho?

JAKARTA – Pakar keamanan siber Pratama Persadha menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo dan pejabat negara tidak memakai WhatsApp (WA) untuk menghindari Pegasus.

Pratama Persadha menjelaskan bahwa Pegasus merupakan malware berbahaya yang bisa masuk ke gawai seseorang dan melakukan kegiatan surveillance atau mata-mata.

Menurut Pratama, Pegasus sebenarnya merupakan sebuah trojan yang begitu masuk ke dalam sistem target dapat membuka “pintu” bagi penyerang untuk dapat mengambil informasi yang berada di target.

Baca Juga:  Lihat Nih, Hasil Survei Capres 2021, Ada Nama Baru, Jokowi Gimana Nih?

“Lebih spesifik boleh dikatakan bahwa Pegasus merupakan sebuah perangkat pengintai (spyware),” kata Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) ini melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Pratama mengemukakan hal itu terkait dengan Pegasus yang ramai menjadi perbincangan setelah laporan Amnesty Internasional menyebutkan ada sejumlah presiden, perdana menteri, dan raja yang menjadi target dari malware buatan NSO, perusahaan teknologi Israel.

Baca Juga:  Jokowi Sebut Agustus-Desember RI Akan Dapat Tambahan 331 Juta Dosis Vaksin

Salah satu yang menjadi perhatian internasional, kata dia, adalah info bahwa salah satu yang menjadi korban Pegasus adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Laporan dari Amnesty International dan Citizen Lab menyusul dugaan kebocoran data pada 50.000 target potensial alat mata-mata Pegasus NSO, termasuk di dalamnya adalah 10 perdana menteri, tiga presiden, dan seorang raja menjadi target Pegasus.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga