oleh

Kenapa Tidak Bandara Kertajati Jadi Rumah Sakit Covid-19?

Oleh: Drs, H. Daddy Rohanady

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat

Andai jumlah terpapar covid-19 terus meningkat, dibutuhkan banyak tempat untuk pasien dirawat. Andai rumah sakit sudah tak lagi bisa menampung, dibutuhkan tempat yang lebih luas agar rakyat tak lagi bingung.

Menurut saya, dalam situasi seperti sekarang ini, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bisa dijadikan pilihan.

Anggota Komisi V Daddy Rohanady dari Fraksi Partai Gerindra
Anggota Komisi V Daddy Rohanady dari Fraksi Partai Gerindra

Bukankah selama ini Jabar seolah kehilangan arah tentang fungsi BIJB Kertajati? Sekarang ada kesempatan yang bisa dijadikan pilihan.

Baca Juga:  Pansus V DPRD Jabar Minta Masukan ke Asidewi untuk Perda Desa Wisata

Mau digarap sendiri tak cukup modal, mau dikelola sendiri tak punya otoritas. Jadilah bandara di Kabupaten Majalengka itu mati suri.

Ada hadiah hiburan yang diperoleh, yakni adanya penerbangan pesawat kargo. Itu pun hanya seminggu sekali.

Pertanyaannya kemudian, apa manfaatnya sekarang untuk masyarakat Jabar, khususnya masyarakat sekitarnya?

Soal rencana untuk pemberangkatan haji dan umroh sudah tak lagi terdengar. Tercapaikah mewujudkan BIJB Kertajati sebagai satu-satunya bandara komersial di Jabar?

Baca Juga:  Komisi II DPRD Jabar Minta Alokasi Anggaran untuk Balai Pengembangan Bibit Unggas di Majalengka

Lalu, kapan BIJB Kertajati benar-benar akan menjadi salah satu pengungkit roda perekonomian seperti yang dipikirkan para pendahulu?

Soal rencana dijadikan tempat maintenance, repair, dan overhaul (MRO) pesawat TNI dan Polri juga masih butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga