Berbakti dan Berbuat Baik Terhadap Ibu Bapak

Dapat disimpulkan dari tiga hadis ini bahwa rida Allah berkaitan dengan rida kedua orang tua, dan murka Allah berkaitan dengan murka kedua orang tua. Dikatakan demikian karena barang siapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya hingga keduanya merasa puas (rida) kepadanya, berarti ia benar-benar menjalankan perintah Allah Swt. yang menganjurkannya agar berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua.

Dan barang siapa yang durhaka kepada kedua orang tuanya, berarti ia durhaka kepada Allah Swt. karena tidak menuruti perintah-Nya. Hal ini selama kedua orang tua tidak memerintahkan kepada kedurhakaan.

Akan tetapi, apabila kedua orang tua memerintahkan kepada kedurhakaan atau kemaksiatan, maka tidak ada ketaatan terhadap siapa pun bila diperintahkan untuk maksiat kepada Allah Swt.

Karena saking penting penghormatan terhadap kedua orang tua dari anaknya, Rasulullah Saw. berulang-ulang bersabda, “Dosa paling besar ada tiga yaitu: Menyekutukan Allah, mendurhakai kedua ibu-bapak dan bersaksi palsu”. Sabdanya lagi, “Celakalah orang yang mendapati kedua ibu-bapaknya atau salah seorang dari keduanya pada umur tua, sedang mereka menyebabkannya tidak bisa masuk surga”.

Maksudnya dari hadits di atas bahwa, seorang anak tidak berbakti kepada kedua ibu-bapaknya, sehingga perkara itu menghalangi dirinya masuk surga.

Kebaktian ini diutamakan pada usia tua, lantara pada masa itu, kedua ibu-bapak sangat mengharapkan bantuan dan pemeliharaan anak-anaknya dibanding ketika mereka masih relatif muda (kuat
tubuhnya).

Dalam sebuah riwayat, “Barang siapa di pagi hari taat kepada Allah melalui berlaku taat terhadap kedua orang tuanya, niscaya baginya ada dua pintu surga yang terbuka, apabila orang tuanya tinggal seorang, maka pintu surga yang terbuka hanya satu.” (HR. Ibnu Asakir melalui Ibnu Abbas r.a.).

Orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya yang masih hidup, kelak di hari kemudian ada dua pintu surga yang memanggilnya untuk masuk ke dalamnya. Jika yang masih hidup itu hanya salah seorangnya saja, maka pintu surga yang memanggilnya satu pula.

Sekali peristiwa, seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw. memohon izin untuk berjihad. Lalu beliau bertanya kepadanya, “Adakah kedua ibu-bapakmu masih hidup? Jawabnya, “Benar” Beliau bersabda lagi, “Kepada keduanyalah seharusnya engkau berjihad”. (Mutafaq alaih).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan