Waspada Flu Saat Pancaroba di Tengah Pandemi COVID-19 yang Mencekam

Ilustrasi/Pixabay.
Ilustrasi/Pixabay.
0 Komentar

“Untuk wilayah Bandung Raya sudah memasuki musim kemarau pada akhir Juni dan puncaknya di Agustus-September. Kami akan terus melakukan monitoring dan pemutakhiran informasi terkait dengan puncak musim kemarau di Bandung Raya,” ungkap Teguh.

Berdasarkan pengamatan dan analisis data Curah Hujan yang dipantau oleh BMKG Bandung, wilayah Bandung Raya, wilayah Bandung Raya mengalami Musim Hujan lebih panjang dari normalnya.

“Awal Musim kemarau di wilayah Bandung Raya mundur sebanyak 2 hingga 3 dasarian dari normalnya,” terangnya.

Baca Juga:Dampak PPKM Darurat, Kawasan Wisata Lembang SepiSatpol PP KBB Bakal Sanksi Pelanggar Aturan PPKM Darurat

Dirinya mengatakan ada sejumlah penyebab kemunduran awal musim kemarau, di antaranya masih tingginya tingkat kelembapan di wilayah Jawa Barat yang disebabkan beberapa fenomena meteorologis baik yang sifatnya global maupun regional

“Ketiga faktor tersebut menyebabkan tingkat kelembapan di wilayah Bandung Raya tetap tinggi, sehingga mendorong aktivitas konvektif yang menyebabkan tumbuhnya awan hujan (Cb) sehingga tingkat curah hujan tetap tergolong tinggi,” kata Teguh

Walaupun sudah memasuki musim kemarau, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi seperti puting beliung (angin kencang) dan bencana kekeringan.

“Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak percaya informasi hoaks dan selau mencari informasi resmi kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana,” pungkasnya. (fey)

0 Komentar