Ternyata ini Penyebab Warga Jawa Barat Kurang Menyukai Konsumsi Ayam dan Telur

Gelaran acara "Edukasi Protein Ayam dan Telur 2021"
Gelaran acara "Edukasi Protein Ayam dan Telur 2021"
0 Komentar

BANDUNG – Kebutuhan protein hewani bagi manusia khususnya dari telur dan daging ayam merupakan asupan yang sangat penting.

Beruntung bagi warga Jawa Barat, karena provinsinya merupakan produsen unggas terbesar di Indonesia.

Namun ternyata, tingkat konsumsi masyarakat Jawa Barat terhadap telur dan daging ayam masih rendah jika dibandingkan negara lain.

Baca Juga:Rawan Cybercrime, Kepala OJK Berikan Tips Jaga Keamanan RekeningDukungan Inklusi Keuangan bagi Pesantren

Menurut catatan statistik yang disampaikan Ketua TK PKK Jawa Barat Atalia Praratya Kamil, kurangnya edukasi dan kebiasaan menjadi penyebab utamanya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan tema “Edukasi Protein Ayam dan Telur 2021” yang dilaksanakan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (29/5).

“Pengetahuannya masih kurang. Lalu juga pola kebiasaan jadi biasanya anak-anak di daerah Jawa Barat mereka tidak menyukai ayam dan telur karena tidak diberikan kebiasaan makan ayam dan telur oleh orang tuanya sejak dini,” ujar Atalia.

Setali tiga uang, permasalahan tersebut didukung dengan banyak kabar hoax yang beredar mengenai dampak negatif dari mengkonsumsi ayam dan telur.

“Ada hoaks macem-macem, wah hati-hati nanti bisa jerawat bisul belum kolesterol, oleh karenanya peran penting kami adalah memberi edukasi kepada masyarakat pentingnya makan ayam dan telur,” lanjutnya

Ia juga tidak melihat status sosial sebagai sebagai penghalang bagi masyarakat untuk mengkonsumsi ayam dan telur.

“Tidak ada kaitannya antara tingkat kemiskinan dengan mau tidaknya makan ayam dan telur. Karena kalo kita liat kok rokok tinggi sekali datanya, bahkan bisa 2.800.000 per tahun. Sementara kalo telur 230ribuan. Padahal harga telur sama harganya dengan sebatang rokok,” cetus istri Ridwan Kamil tersebut. (MG7)

0 Komentar