Nizar pun menerangkan, kesadaran dan pemahaman masyarakat yang terinfeksi Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri sudah sangat meningkat. Jadi meskipun kasus penyebaran Covid-19 masih terus meningkat, ruang-ruang rawat di Gedung Isolasi BLK masih mampu menampung pasien.
“Dari kapasitas 56 pasien, saat ini hanya ada sekitar 17 pasien yang dirawat di BLK,” ujarnya.
Nizar menjelaskan, pada keadaan normal, satu ruangan itu biasanya diisi oleh dua orang pasien. Mekanismenya, setiap pasien ditempatkan sesuai dengan jenis kelamin dan kondisinya.
Baca Juga:Seorang Penyedia Jasa Kurir Nyambi jadi Pengedar NarkobaMbappe Gagal Kejar Haaland, Daftar Top Skor Liga Champions Tak Ada Perubahan
“Kita sesuaikan, pasien hasil pemeriksaan antigen dengan antigen, swab dengan swab, OTG (orang tanpa gejala) dengan OTG, bergejala dengan bergejala. Kita kan punya dua tower, ada tower A dan tower B,” jelas Nizar.
Ia memaparkan, sejauh ini dukungan dari pemerintah untuk Gedung Isolasi BLK sudah sangat banyak, baik dari sarana prasarana maupun tenaga kesehatannya pun sudah sangat cukup.
“APD tercukupi, gizi, vitamin dan makanan kita selalu disupport. Lalu tenaga kesehatan juga sudah lebih dari kebutuhan. Di BLK ada enam dokter, delapan perawat, sanitarian, ada ahli gizi, ada tenaga untuk labotarium sederhana, keamanan dan kebersihan kita sudah sangat cukup,” tandasnya. (yul)
