Perbanyak Sifat Dermawan (Pemurah) di Bulan Ramadan

Drs. H Karsidi Diningrat, M.Ag.
Drs.H. Karsidi Diningrat M.Ag
0 Komentar

 

Juga dalam sabdanya yang lain, : “Bentengi hartamu dengan mengeluarkan zakat, dan obati penyakit-penyakitmu dengan mengeluarkan sedekah”.

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw. Bersabda, “Rasulullah Saw. Apabila memasuki bulan Ramadhan, selalu membebaskan semua tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.” (HR. Ibnu Said dari Aisyah r.a.).

Hadits ini menunjukkan bahwa dalam bulan Ramadhan Nabi Saw. Adalah orang yang paling dermawan. Bahkan dalam hadits lain disebutkan, apabila datang bulan Ramadhan, maka Nabi Saw. Adalah orang yang lebih pemurah dari angin yang bertiup sepoi. Nabi Saw memang orang yang pemurah, tetapi dalam bulan Ramadhan lebih pemurah lagi hingga semua tawanan yang ada padanya dibebaskan dan tiada seorang pun yang meminta kepadanya, melainkan beliau memberinya selama beliau Saw. Memiliki apa yang dimintanya.

Baca Juga:Komunitas Tionghoa Kirim Bantuan 100 Juta Untuk Korban Bencana di NTTWali Kota Bandung Tanggapi Prediksi Cuaca Ekstrem BMKG

Mengingat keistimewaan bulan Ramadhan itu, sampai-sampai Rasulullah menyatakan dalam suatu hadits, “Kalau umatku menyadari nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan supaya seluruh tahun menjadi bulan Ramadhan.”

Agar kita menjadi orang yang dermawan maka hendaklah kita banyak memberi untuk hal-hal yang diridhai Allah di dalam hidup ini; janganlah sampai kecintaan kepada harta menguasai diri kita, dan janganlah merasa lebih terikat dengan apa yang ada pada tangan kita dibandingkan dengan apa yang ada pada tangan Allah Swt; janganlah kita memberi kesempatan kepada sifat kikir untuk bersemayam di dalam diri kita, karena itu adalah sifat tercela; hendaklah kita menjadi orang yang dermawan bagi agama kita. Raihlah pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadhan ini.

Salah seorang sahabat berkata : “Jadilah orang dermawan tetapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.” Wallahu A’lam bish-Shawabi.

Drs.H. Karsidi Diningrat M.Ag

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

* Mantan Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat

0 Komentar