JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespon sejumlah kritik terkait penataan Halaman Gedung Sate. Ia singgung pengalaman tata Alun Alun Purwakarta.
Dedi menegaskan bahwa penataan yang dilakukan adalah halamannya bukan Gedung Sate nya. “Karena Gedung Sate adalah heritage, dilindungi undang-undang, ” katanya, Minggu (19/4).
Dedi melanjutkan, langkah penataan halaman gedung pemerintah itu bukanlah hal baru baginya. Ia pun menceritakan pengalaman saat menata Alun-alun Kian Santang Purwakarta.
Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul JebolKomisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk Pansus
“Dulu pernah melakukan penataan halaman penggabungan antara Alun-alun Kian Santang Purwakarta dengan halaman Pendopo Purwakarta. Awalnya diprotes, tapi sekarang hasilnya bisa dinikmati bersama, ” katanya.
Ia berharap bahwa penataan itu makin berdampak pada masyarakat. “Bukan hanya warga Kota Bandung, tapi warga Jabar. Bukan hanya Warga Jabar, Warga Indonesia, bahkan warga dunia yang berkunjung ke Kota Bandung yang pada akhirnya bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi kepentingan masyarakat, ” sambungnya.
Dedi menceritakan bahwa anggaran penataan Halaman Gedung Sate itu juga dari sejumlah kebijakan efisiensi yang dilakukan. Program seperti perjalanan dinas hingga pembelian mobil dinas dipangkas. Anggaran digunakan untuk program penataan Halaman Gedung Sate kini.
“Saya lebih memilih untuk penataan halaman meskipun harus menuai kritik, dibanding saya menikmati untuk kepentingan pribadi, ” cetusnya.
Sebelumnya, dari sisi anggaran, proyek ini telah disiapkan dengan alokasi yang tidak sedikit. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat, terdapat lelang jasa konsultasi pengawasan untuk proyek plaza depan Gedung Sate–Gasibu dengan nilai sekitar Rp464 juta.
Sementara itu, mengacu pada data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, total anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan penataan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp15,037 miliar.(son)
