Modal Semangat dan Nekat, Begini Cerita Erni Prasetya Rintis Sanggar Tari Cantiq Dari Nol

DEPOK – Meski baru tiga tahun berdiri, Sanggar Tari Cantiq boleh dibilang cukup berhasil dalam membina dan mengembangkan bakat anak-anak muda di Kota Depok.

Ketua Sanggar Tari Cantiq Depok, Erni Prasetyawati mengungkapkan, perjuangannya mendirikan sanggar tari yang kini mulai dikenal luas warga Depok itu tidak semudah yang dikira banyak orang.

“Awalnya saya sendiri tidak yakin kalau sanggar tari Cantiq ini bakal seperti ini. Sebab, saya merintisnya dari nol, dan waktu itu enggak ada apa-apa selain modal semangat dan nekat,” kata Erni kepada wartawan, Jumat (16/4).

Erni menuturkan, inspirasi awal dibentuknya sanggar tersebut sebab melihat banyaknya potensi dan bakat tari anak-anak muda. Terutama para gadis usia remaja maupun dewasa yang tidak dikembangkan lantaran tidak ada wadah untuk pembinaan.

Tampil di Hari Pers Nasional Kota Depok, Sanggar Tari Cantik Ternyata Pernah Wakili Jabar di Pentas Nasional

“Dari situ saya terbetik untuk membangun sanggar ini. Dan untuk nama sanggar diambil dari nama anak saya sendiri (Cantiq),” ujar Erni.

Erni mengatakan, sampai sekarang, Sanggar tari yang mulai dibentuk sejak 2018 silam itu sudah berhasil mendidik ratusan anak-anak gadis berbakat. Tidak hanya dari Kota Depok, melainkan juga Bogor dan Jakarta.

“Alhamdulillah, Sanggar Tari Cantiq kini memiliki ratusan anak didik yang tersebar tidak hanya di Depok saja, tapi juga Jakarta dan Bogor,” tandas dia.

 

Banyak di Antara Mereka yang Terkendala Biaya

Lebih lanjut, Erni mengatakan, rata-rata anak didiknya itu berasal dari anak-anak tak mampu yang kesulitan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka karena terkendala biaya.

Selain itu, anak-anak didiknya tersebut mayoritas anak-anak bertalenta yang ditempa mulai dari nol. Meski begitu, kata dia, mereka mampu beradaptasi dengan cepat, baik dalam belajar maupun praktik.

“Alhamdulillah, mereka anak-anak muda bertalenta yang sangat cepat belajarnya. Jadi tidak lama-lama menempa bakat dan potensi mereka,” tutur Erni.

Erni menyebut, Sanggar Tari Cantiq mempelajari semua jenis tarian tradisional mulai dari Sabang sampai Merauke.

“Jadi kita coba pelajari semua jenis tarian yang ada. Itu semua kekayaan budaya milik Indonesia yang harus diketahui oleh anak-anak,” ucap Erni.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan