oleh

Keberatan Harus Bayar Royalti Pemutaran Musik, Pemilik Cafe: Lucu Banget…

SOREANG – Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu atau Musik. Pemerintah telah tekan peraturan soal wajib lakukan pembayaran royalti bagi setiap orang yang menggunakan lagu atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial.

Salah seorang pemilik cafe di Soreang, Kabupaten Bandung, Heny Hendriyani, 36, mengungkapkan, pihaknya keberatan dengan aturan pembayaran royalti tersebut. Menurutnya, daripada membayar royalti dan pengeluaran lagi, lebih baik untuk biaya operasional atau karyawan.

“Jujur saja saya tidak setuju, mereka menciptakan lagu untuk semua orang, kalau kita mau nyanyi mau happy, terus harus memberikan royalti, lucu banget. Ya sudah semua orang ciptain lagu sendiri saja,” ungkap pemilik De Hen’z Coffee and Eatery saat diwawancara, Kamis (8/4).

Dikatakan Heny, seharusnya pencipta diperdengarkan di kedai atau kafe, dan supermarket. Pasalnya secara tidak langsung ciptaannya dipromosikan.

“Secara tidak langsung kita mempromosikan musik tersebut, karena masyarakat bisa sering mendengarkan setiap lagu-lagu ciptaannya, ya itung-itung simbiosis mutualisme,” kata Heny.

Selain itu, lanjut Heny, saat ini bisnis kedai kopi sekalipun di tengah pandemi, ternyata masih banyak peminatnya.

Justru dengan adanya musik di dalam kedai kopi, itu bisa meningkatkan nilai dari kedai kopi itu sendiri. Jadi pelanggan bisa menikmati kopi sambil mendengarkan musik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga