JABAR EKSPRES – Komisi II DPRD Jawa Barat mendorong peningkatan program bimbingan teknis ke peternak untuk mendongkrak sektor peternakan di Jawa Barat.
Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Bambang Mujiarto menjelaskan, sektor peternakan di Jawa Barat memiliki potensi yang besar yang perlu di optimalkan untuk mendongkrak geliat ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat populasi sapi perah di Jawa Barat pada 2024 ada di 98.149 ekor. Lalu sapi potong 309.752 ekor, kambing 847.781 ekor ataupun domba di 5.453.777 ekor.
Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Rumah-Toko Sparepart Motor di Citeureup Bogor Ludes TerbakarPendampingan UKS di Ciawi, Disdikbud Tasikmalaya Dorong Sekolah Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter
Ada pula kuda di 5.217 ekor, kerbau 43.387 ekor. Termasuk babi ada 1.749 ekor.
Populasi tersebut tidak sedikit dan masih bisa dikembangkan lagi dengan infrastruktur dan keterampilan yang memadai.
Bambang mengatakan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, peternak, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan sektor peternakan di Jawa Barat.
Kolaborasi itu salah satunya dalam bentuk bimtek. “Ini untuk meningkatkan kemampuan peternak,” katanya, Selasa (16/6).
Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, dengan bimtek para peternak akan mendapat pengetahuan baru yang akan sangat berguna untuk meningkatkan usaha ternak yang tengah dijalani.
“Bimtek bisa jadi sumber peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak. Ini perlu dikembangkan,” bebernya.
Dengan bimtek yang ada, diharapkan peternak semakin siap menghadapi tantangan dan peluang usaha peternakan ke depan. Dan ujungnya adalah peningkatan produktivitas. (son)
