Muncul Klaster Baru di KBB, 32 Warga Sukalaksana Positif Covid-19

Muncul Klaster Baru di KBB, 32 Warga Sukalaksana Positif Covid-19
BLOKADE: Warga melintas di kawasan Kampung Sukalaksana yang diblokade akibat adanya klaster Covid-19. (Pradana/Jabar Ekspres)
0 Komentar

LEMBANG – Belum usai kasus Covid-19 klaster ziarah di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan 44 orang positif Covid-19, tiba-tiba muncul klaster baru.

Sebanyak 32 warga Kampung Sukalaksana, RT 03/02, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB, positif Covid-19 usai mengurusi satu acara pernikahan di Bandung beberapa pekan lalu.

Ke 32 warga tersebut dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan pekan lalu. Saat ini semuanya sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Baca Juga:Meski Telah Jalani Vaksinasi, Ema Sumarna Positif Covid-19 Perpanjang PPKM, Pemda KBB Minta Warga Waspada Covid-19

“Terpapar itu ada 25 orang awalnya, lalu hari ini bertambah 7 jadi totalnya 32 orang. Mereka sudah menjalani isolasi mandiri. Sekarang tinggal menunggu sampai sembuh saja karena kebanyakan itu OTG,” kata Kepala Desa Cikahuripan, Oman Haryanto, Kamis (11/3).

Oman menjelaskan jika awal mula kasus positif di kampung tersebut setelah sekeluarga yang berprofesi sebagai perias pengantin sekaligus pemilik Wedding Organizer (WO) mengeluh tak enak badan dengan gejala mengarah pada Covid-19.

“Lalu sekeluarga itu menjalani tes swab karena setelah merias itu mengeluh tidak enak badan. Kalau yang keluarga pertama positif itu ada gejala,” terangnya.

Rangkaian pemeriksaan pun dilakukan. Akhirnya dari tes swab awal sebanyak 16 orang ditemukan 13 yang positif. Kemudian swab test lagi 43 orang, ada 12 orang yang positif, lalu bertambah 7 orang dari 12 kontak erat.

“Kemarin kita lakukan tes swab lagi ke kontak erat sebanyak 12 orang, hasilnya 7 yang positif,” tuturnya.

Kini kawasan tempat tinggal 25 warga yang positif itu terpaksa dibatasi untuk menghindari kian meluasnya penyebaran Covid-19. Ada beberapa akses keluar masuk yang bahkan diblokade menggunakan bambu.

Untuk memenuhi kebutuhan makan warga, pihak desa mendistribusikan bahan mentah yang bisa diolah oleh keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga:Pemprov Klaim BUMD Jabar Mampu Bertahan di Masa PandemiLanggar Aturan Pembuangan Limbah Tekstil, DLH Jabar Tindak Tegas Perusahaan Nakal

“Pihak desa terus bekerjasama dengan Puskesmas Jayagiri memantau kasus di lokasi itu. Utuk makan, kita sediakan bahan mentah untuk diolah warga, intinya pihak desa terus mengupayakan apa yang dibutuhkan warga,” pungkasnya. (mg6)

0 Komentar