Wisata Alam Taman Sehati Desa Nagrog Sepi Imbas Covid-19, Pedagang Resah dan Pasrah

Wisata Alam Taman Sehati Desa Nagrog Sepi Imbas Covid-19, Pedagang Resah dan Pasrah
Sepinya wisata Sehati di Cicalengka. Foto: Aris Darussalam, Jabar Ekspres
0 Komentar

CICALENGKA – Pandemi Covid-19 masih belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Sesuai aturan pemerintah, protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terus ditetapkan secara ketat. Hal ini sedikit banyaknya memberikan dampak yang signifikan terhadap objek wisata.

Para pedagang yang biasanya mengandalkan hidup dari aktivitas pariwisata cukup resah dan pasrah melihat sepinya pengunjung. Omset penjualan mereka anjlok karena sepi tanpa pembeli.

Seperti halnya di desa wisata alam Sehati milik Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Berdasarkan pantauan jabarekspres.com, Kamis (25/02) kondisi wisata alam Sehati kini sangat terlihat sepi pengunjung.

Baca Juga:Meski Dihantam Pandemi Covid-19, BUMDes Nagrog Tetap OptimisJokowi ke NTT untuk Kerja, Bukan Mengumpulkan Massa

Hanya ada 2 (dua) jongko pedagang yang tetap nekad menjajakan dagangannya meskipun secara penghasilan sangat minim hasilnya. Hal tersebut diakui Olis, (53) salah satu pedagang di tempat wisata tersebut.

“Sangat sepi atuh A semenjak Corona mah, ini juga baru ada dua pengunjung,”ucap Olis saat dikunjungi jabarekspres.com.

Ia menambahkan, saat ramai pengunjung biasanya penghasilan per hari yang ia dapat cukup lumayan. Namun melihat kondisi sekarang, ada yang membeli saja sudah bersyukur.

“Kalau rame mah Rp200.000 sampai Rp500.000 dapet lah. Sekarang mah ramenya kalau hari Minggu saja pas ada yang senam,”tuturnya.

Semetara itu, Mamah (61), mengaku ia membuka warung pun hanya sambilan saja sembari melihat sawah miliknya. Sama seperti Olis, Mamah hanya pasrah dan menunggu pengunjung wisata alam Sehati ramai kembali.

“Ibu mah nunggu milik-Nya we. Kalau ada yang beli ya dilayani, kalau gak ada sambil liat sawah aja. Kadang gak ada pisan yang beli, da gak ada pengunjung,” ungkap Mamah.

Dengan kondisi tersebut, mereka berdua berharap musibah Covid-19 ini cepat berlalu, sembari menunggu perhatian dari pemerintah setempat berupa bantuan sosial (bansos) segera terealisasi.

Baca Juga:Penyintas Covid-19 Bisa Ikut Vaksinasi, Syaratnya BeginiMendikbud Berharap Sekolah Dapat Gunakan Dana BOS untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Mudah-mudahan musibah Corona cepat berakhir, pengujung rame lagi. Bantuan pemerintah segera turun,” pungkasnya. (mg9)

0 Komentar