oleh

Salah Satu Paslon Diduga Gunakan Money Politic dengan Cara Bagikan Kupon di Warung Senilai Rp 35 Ribu

SOREANG – Jelang pencoblosan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab Bandung, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) menemukan pelangaran yang dilakukan tim sukses salah satu Pasangan Calon (Paslon)

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia mengungkapkan, Bawaslu menemukan beredarnya Politik uang. Bahkan, ada modus baru dengan cara diberikan kupon kepada warga.

Menurutnya, modus tersebut merupakan akal-akalan untuk mengganti modus pembagian paket sembako. Sebab, dengan membagikan paket sembako dianggap mudah tercium.

“Jadi ini terbilang modus baru yang ditemukan dari masyarakat. Modus politik uang diganti menjadi kupon yang dibagikan ke warga, nanti ditebus ke warung,  kupon itu ada bahan kampanye juga, ada ajakan untuk memilih salah satu paslon,” ungkap Hedi saat di wawancara di Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung, Rabu (2/12).

Bawaslu memastikan, modus tersebut sudah beredar di setiap Kecamatan Kabupaten Bandung. Namun, pihaknya baru menemukan diempat kecamatan, yakni Kecamatan Pangalengan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Arjasari.

Untuk nilai kupon jika diuangkan nominalnya Rp 35 ribu. Kupon itu dititipkan di warung-warung. satu warung mendapatkan jatah 100 kupon.

’’Saat Ini proses masih berjalan, tapi kalau hasil laporan ke kami itu terjadi di empat kecamatan. Kita ambil sampel baru satu. Kemungkinan masih terjadi di wilayah kecamatan lain,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga