oleh

Retribusi IMTA dari Pekerja KCIC Hanya Sumbang Rp 2 Miliar

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperoleh tambahan retribusi dari pembayaran perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Total retribusi yang sudah dibayarkan hingga September 2020 ini mencapai Rp 2 miliar, bersumber dari 121 pekerja asing yang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di wilayah KBB.

“Retribusi IMTA menjadi hak daerah, dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Yang sudah dibayarkan ke Pemda KBB Rp 2 miliar, itu telah melampaui target PAD IMTA tahun ini yang sebesar Rp1,8 miliar,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihi, Kamis (17/9).

Baca Juga:  PT KCIC Siap Berikan Kompensasi, Jika Ada Terkena Dampak Peledakan

Iing menjelaskan, PAD dari IMTA di proyek KCJB bisa berpotensi bertambah mengingat total pekerja asing yang terdata ada 212 orang. Setiap tahunnya satu tenaga kerja asing membayar perpanjangan IMTA disesuaikan dengan kura dollar.

Setiap TKA berkontribusi ke PAD senilai 100 dollar Amerika perbulan atau 1.200 Dollar Amerika pertahunnya. Sehingga potensi yang bisa didapatkan dari total 212 pekerja asing adalah sekitar Rp 3,6 miliar lebih.

Baca Juga:  KCIC Kucurkan CSR untuk Perbaikan Jalan

Tahun lalu, sebelum ada proyek KCJB pendapatan dari retribusi IMTA hanya sebesar Rp 1,4 miliar dari target Rp 1,1 miliar sedangkan sekarang targetnya naik lebih dari setengahnya. Bahkan bisa lebih karena belum dihitung dengan TKA yang bekerja di sejumlah sektor manufaktur industri, pendidikan, dan sebagainya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga