Kabid UMKM Klaim Tak Bentuk Tandingan Asosiasi

Kabid UMKM Klaim Tak Bentuk Tandingan Asosiasi
KUNJUNGI: Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan didampingi Sekretaris Diskoperindag Deny Tanrus dan Camat Conggeang Bambang Kustuantoro saat mengunjungi pabrik sandal di Desa Karanglayung, kemarin.
0 Komentar

SUMEDANG – Kepala Bidang UM­KM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindu­strian dan Perdagangan (Dis­koperindag) Sumedang Idik Jaya Permana membantah tidak melibatkan Asosiasi UMKM dalam pendataan penerima Bantuan Tunai Langsung (BLT).

Dia mengatakan, sebenar­nya ada beberapa orang yang tergabung dalam Asosiasi UMKM, turut membantu memasilitasi para pemohon untuk mengajukan BLT. Ba­hkan, Ketua Asosasi UMKM Titus, diklaim sudah menge­tahui terkait adanya BLT tersebut.

”Saya kan, sebagai ASN dan bukan alat politik. Jadi siapa­pun yang mau membantu kami, tentu kami akan meny­ambut baik,” ujarnya.

Baca Juga:Kemacetan Akibat Revitalisasi Pasar, Dishub KBB Terapkan RekayasaBunga Zainal: Otak Sama Mulutnya Memang Kotor

Idik memastikan, kalau Dis­koperindag tidak membentuk forum ataupun asosiasi lain­nya dalam upaya penjaringan para penerima bantuan. Ada­pun Forum UMKM bukan merupakan bentukan dari Diskoperindag Sumedang. Melainkan beberapa orang yang berniat membantu dan membentuk forum dengan sendirinya.

Pihaknya, kata dia, tentunya tahu aturan, dan tidak mun­gkin mengeluarkan SK bagi forum tersebut, karena tahu sudah ada Asosiasi UMKM.

”Jadi adanya forum atau kelompok yang sekarang ter­bentuk, merupakan murni inisiatif dari para pelaku UMKM. Dan alasan dibentuk kelompok tersebut, saya juga tidak tahu dan tidak mau ter­lalu jauh, yang jelas itu ben­tukan mereka sendiri. Dan kami dari Dinas juga mene­gaskan kepada mereka, agar jangan sampai menjanjikan sesuatu kepada masyarakat yang mengajukan permoho­nan BLT,” tuturnya.

Idik juga menyampaikan, mengantisipasi adanya pela­ku UMKM dadakan, yang hanya ingin mendapatkan BLT Rp 2,4 juta semata. Tentunya nanti akan ada tim dari Dis­koperindag yang akan terjun langsung ke lapangan untuk memverifikasi calon pene­rima.

Kemudian terkait kuota penerima BLT di Kabupaten Sumedang, Idik mengatakan, semua Kabupaten/Kota tidak ditentukan kuota para pene­rima. Dan hanya diberitahu­kan saja adanya bantuan ini.

”Untuk Sumedang tidak ada kuota penerima, dan saya kira juga semuanya daerah tidak ada kuota penerimanya. Dan untuk penutupan penja­ringan calon penerima BLT, rencananya mulai besok (hari ini, red) kita akan menutup permohonan. Pa­salnya, hingga saat ini masih banyak berkas pemohon yang belum terekap semua oleh kami. Jadi untuk keleluasaan merekap berkas persyaratan para pelaku usaha yang sudah mendaftarkan,” pungkasnya. (atp)

0 Komentar