oleh

MUI Segera Mengeluarkan Fatwa mengenai Hukum Syariat Uji Coba Vaksin Covid-19

BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan Fatwa terkait kehalalan Vaksin Covid-19 yang akan diujicoba di Indonesia.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi menilai, kehalalan sebuah produk adalah penting. Tapi keselamatan jiwa manusia harus bisa diutamakan.

Dia menilai, jika melihat aspek kehalalan vaksin Sinovac, akan menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak timbul polemik.

Zaenut mengatakan, masalah halam atau haram jangan jadi polemik. Sebab, di tengah kondisi darurat aspek kehalalan produk seperti vaksin pandemi Covid-19 bisa ditangguhkan selama untuk kemaslahatan bersama.

“Jadi bukan berarti aspek kehalalan vaksin tidak menjadi hal yang tidak penting,” katanya ketika melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Rabu, (5/8).

Semua pihak harus menyadari bahwa yang kita hadapi sekarang ini adalah pandemi Covid-19 yang itu mengancam jiwa manusia. Sehingga, dalam kondisi darurat sesuatu yang tidak boleh bisa menjadi boleh, termasuk kehalalannya jika belum ditemukan vaksin yang halal.

“Jika memang belum ada yang halal itu nanti bisa menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Kendati begitu, terkait masalah ini semuanya akan diserahkan berdasarkan pada keputusan Majelis Ulama Imdonesia (MUI) untuk ditetapkan apakah dalam kondisi darurat boleh atau tidak menggunakan vaksin yang belum teruji kehalalannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga