Pemerintah Dukung Proses Penelitian Obat Corona Milik Unair

Pemerintah Dukung Proses Penelitian Obat Corona Milik Unair
0 Komentar

Rektor Unair Surabaya, Moh Nasih menambahkan, bahwa kombinasi lima obat itu sudah melalui uji toksisitas dan efektivitas pada tingkat sel. Bentuknya, menumbuhkan berbagai jenis sel atau kultur sel yang merupakan target Virus Corona, seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver.

“Ditemukan bahwa regimen kombinasi obat ini telah mampu menghambat proses replikasi, meskipun virus ini diketahui memiliki proses replikasi yang cukup tinggi,” katanya.

Nasih juga menegaskan, bahwa obat-obatan itu belum bisa dilakukan secara bebas karena untuk jadi obat bebas harus memiliki izin edar, untuk itu masih dalam proses.

Baca Juga:Angka Positif Terus Naik, Pelonggaran PSBB Rawan PenularanMonumen Bung Karno Berdiri di Aljazair

“Pendistribusiannya untuk saat ini hanya diberikan kepada beberapa rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan Covid-19, itupun bersifat rekomendasi dari dari gugus tugas,” terangnya.

Nasih mengungkapkan, bahwa pada akhir Juni ini baru akan dilakukan uji klinis. Apabila memang obat kombinasi ini dijadikan obat tunggal dan nantinya dipasarkan bebas.

“Mamang sudah ada dokter yang memakai obat-obat ini dan dalam pengujiannya obat-obat ini bisa menghentikan peredaran Covid-19, dan terbukti efektif memberikan reaksi dari 24 jam hingga 72 jam” jelasnya.

Diketahui, Lopinavir/Ritonavir merupakan obat yang digunakan dalam terapi antiretroviral untuk kasus HIV/AIDS; Azithromicyne digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada organ tubuh manusia; Doxycyline merupakan antibiotik untuk melawan infeksi;

Chlaritromycine, yang merupakan antibiotik dipakai untuk menyetop pertumbuhan bakteri; dan Hydroxychloroquine lazim digunakan untuk pengobatan malaria. (der/fin)

0 Komentar