“Kerumunan orang (crowded places) juga harus dihindari, kantin terpaksa harus tutup sehingga yang datang ke kampus diharapkan membawa bekal makanan dari rumah masing-masing,” terangnya.
Nizam menejelaskan, bahwa kondisi kampus berbeda dengan pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pasalnya, perguruan tinggi mahasiswanya berasal dari 34 provinsi dengan kondisi yang beragam.
“Jika kita membuka kampus, akan terjadi mix sehingga potensial sekali menjadi klaster baru. Kita tekankan, kampus jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran pandemi covid-19,” pungkasnya. (rr/fin)
