Dugaan Korupsi Pengadaan Paket Sembako di Kab. Cianjur Mencuat, Indikasinya Ada Laba Milyaran Rupiah

Dugaan Korupsi Pengadaan Paket Sembako di Kab. Cianjur Mencuat, Indikasinya Ada Laba Milyaran Rupiah
Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman serahkan secara langsung bahan sembako bagi warga miskin yang terkena dampak ekonomi yang disebabkan oleh merabahnya Coronavirus Disease (Covid-19)
0 Komentar

Sedangkan harga beras medium di gudang Rp8.300 per kilogram, jika harga pasar Rp9.500 sampai Rp9.100 per kilogram.

“Maka jika dilihat dari realisasi pembayaran harga beras, indikasi mark up sudah terlihat. Ada selisih atau laba yang cukup besar, Jika di harga gudang Rp8.300 maka ada laba Rp2.200 per kilogram. Tinggal dikalikan dengan kuota beras sebanyak 409.995 kilogram, ada laba Rp901.989.000 jadi jika laba sebersar itu berarti,” ungkapan.

Akan tetapi, lanjut dia, jika harga pasar beras medium Rp9.500 berarti ada selisih harga atau laba Rp1.000 dikalikan 409.995 kilogram, labanya mencapai Rp 409.995.000.

Baca Juga:Anggaran Pemeliharaan Jalan Pemkot Cimahi Cuma Rp 1,3 Miliar, 8 Ruas Jalan Akan Dibiarkan SeadanyaDiberikan Diskon, PBB Cimahi Raup Rp 5,2 Miliar Dalam 2 Pekan

“Sebenarnya kalau suplayer menjual harga beras Rp9.500 ke pemerintah dipastikan sudah ada laba. Apalagi kalau pemkab beli beras medium dengan harga Rp10.500 per kilogram,” tegasnya.

“ Nah itupun belum dihitung pada jenis bahan makanan yang lainnya yang masuk dalam paket sembako, makanya kami menduga kuat pembelian paket sembako ini sengaja memanfaatkan di tengah keresahan warga untuk meraup keuntungan pribadi,” pungkas dia. (Cianjurekspres)

 

0 Komentar