Jelang Lebaran, BPOM Temukan 33 Sarana Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan Makanan

Jelang Lebaran, BPOM Temukan 33 Sarana Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan Makanan
Dok. SIDAK PUSAT PERBELANJAAN: Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan menunjukan hasil uji lab makanan di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Selasa (16/6). Dari sidak di beberapa pusat perbelanjaan tidak ditemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Uji lab tersebut dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks. Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres
0 Komentar

“Sosialisasi kepada masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya gencar kami lakukan. Kami juga punya edukasi namanya Ayo CEK KLIK: Cek Kemasannya, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Dengan begitu, masyarakat akan lebih memperhatikan pangan yang mereka beli,” katanya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Mohammad Arifin mengatakan pengawasan di pasar rakyat menunjukkan ada beberapa produk yang mengandung bahan berbahaya.

“Pengawasan di pasar rakyat menunjukkan ada beberapa produk yang mengandung boraks dan formalin untuk produk bakso, kerupuk, pacar cina, tahu dan ikan asin,” ucap Arifin.

Baca Juga:Dewan Soroti Rencana Merger Bank BJB dan Bank BantenMasih Banyak Kendaraan Mudik, Satgas Akan Perketat Cek Point dan Pengawasan

Arifin mengatakan, ketersediaan beberapa komoditi pangan seperti beras, cabe merah, bawang merah, dan ayam mengalami surplus, karena pandemi COVID-19 dan pembatasan sosial.

“Hal ini diakibatkan oleh berkurangnya demand atau pasar produk pangan akibat adanya PSBB di Jawa Barat di mana resto, hotel tidak beroperasi,” tutupnya. (mg1/yan0

0 Komentar