oleh

Buruh di Rumahkan dan Kena PHK, Terpaksa Kerja Serabutan untuk Sambung Hidup

NGAMPRAH – Ribuan buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 karena selain di rumahkan, ada juga buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga mereka harus mencari pekerjaan lain.

Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Bandung Barat, Dede Rahmat, mengatakan dampak pandemi Covid-19 ini sejumlah buruh yang dirumahkan dan di-PHK terpaksa ada yang menjadi ojek online hingga kuli bangunan.

Baca Juga:  Pos Penyekatan Larangan Mudik Dijaga 24 Jam

“Ya, dampaknya bagi perekonomian buruh sangat terasa. Tapi, buruh yang dirumahkan harus tetap mencari nafkah bagi keluarga, yang penting dapur ngebul,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/5).

Menurutnya, penghasilan menjadi buruh jika dibandingkan dengan kuli bangunan memang lebih tinggi buruh, hanya saja dengan kondisi seperti saat ini pekerjaan apapun harus dilakoni karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

“Memang banyak buruh yang dirumahkan, terutama saat PSBB ini, bahkan ada yang di PHK. Tapi kami selalu berupaya agar hak mereka bisa dipenuhi kalau di PHK,” katanya.

Baca Juga:  1.829 PTK Mengikuti Program Vaksinasi Kewilayahan di Kecamatan Cicendo

Dede mengatakan, untuk buruh yang dirumahkan pasti akan dipekerjakan kembali. Namun mereka tidak mendapat penghasilan selama ada di rumah, sehingga harus mencari pekerjaan yang lain karena saat ini masuk bulan ramadhan dan kebutuhan pun akan tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga