Hindari Ditagih Bank Emok, Ibu-ibu ini Sembunyi ke Dalam Kebun

Hindari Ditagih Bank Emok, Ibu-ibu ini Sembunyi ke Dalam Kebun
MENURUH HARAPAN: Para warga yang sebagian besar ibu-ibu sedang duduk bersimpuh (Emok, bahasa sunda, red) untuk mengajukan pijaman. (foto internet)
0 Komentar

PADALARANG – Keberadaan bank emok dianggap meresahkan Warga Kampung Kepuh, RT 02/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Rohayati (47), warga setempat, mengatakan di wilayahnya ada beberapa ibu-ibu yang terjebak bujuk rayu bank emok dengan melakukan peminjaman sejumlah uang, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

Bahkan dirinya pun sempat ditawari oleh bank emok untuk mendapatkan pinjaman namun ditolak lantaran takut tidak bisa membayar cicilan setiap bulannya mengingat dirinya adalah janda.

Baca Juga:Miris! Rohayati Serta Anak dan Cucu Rumahnya Hampir Ambruk, Bantuan Pebaikan Belum Juga DatangDivonis Empat Tahun Penjara, Iwa Karniwa Ingin Ambil Langkah Hukum

“Banyak di sini yang jadi korban bank emok. Alhamdulillah saya engga termasuk. Memang pernah ditawarin pinjam Rp 3 juta, tapi saya mau bayar darimana, saya engga kerja dan ga punya penghasilan tetap,” kata Rohayati saat ditemui, Rabu (18/3).

Ibu-ibu yang memiliki utang ke bank emok kerap bersembunyi di sawah dan rumah-rumah warga lain yang sekiranya aman dari kejaran penagih.

“Saya paling sering ditanya alamat sama penagih. Bahkan malam-malam pernah digedor juga minta diantar ke rumah ibu-ibu yang pinjam uang dan belum bayar. Kebanyakan ibu-ibu sembunyinya di kebun atau pergi ke luar,” katanya.

Ketua RT 02, Asep Rohman, juga mengakui banyak warganya yang jadi korban bank emok. Berdasarkan sepengetahuannya, ada 8 warga yang memiliki utang ke bank emok.

“Iya ada yang bilang buat sekolah atau buat usaha, tapi ternyata malah dipakai foya-foya. Itu pun mereka enggak bilang ke suami, jadi pas tidak bisa membayar dan bunganya makin besar lalu ditagih ke rumah, suaminya kaget. Setahu saya ada 8 orang, tapi mungkin lebih,” kata Asep.

Kalaupun warga ingin menolak atau mengusir kehadiran bank emok, Asep meminta agar yang bersangkutan melunasi hutang-hutangnya terlebih dahulu.

“Bisa saja ditolak, tapi selama masih punya hutang ya engga bisa. Selesaikan dulu kewajibannya, nanti malah saya yang disalahkan,” tegasnya. (mg6/yan)

0 Komentar