oleh

Proyek JPO Skywalk Molor, Pertanda Pengawasan Buruk

SOREANG – Kalangan dewan Kabupaten Bandung merasa aneh dengan setiap pekerjaan proyek yang selalu mengalami keterlambatan dan memiliki kualitas buruk. Seperti halnya pelaksanaan pembangunan Jempbatan Penyebrangan Orang (JPO) Skywalk yang sudah menelan anggaran puluhan miliar.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Yanto Setianto mengatakan, Proyek itu seharusnya sudah selesai akhir 2019 lalu. Sehingga, sudah selayaknya kontraktor itu diberikan sanksi.

”Sampai Selasa (4/2), Pembangunan Sky Walk belum rampung juga. Untuk sanksinya sudah dikenakan dengan membayar denda Rp 18 juta per hari,’’kata dia.

Selain itu, pengerjaan sky walk tidak maksimal, sehingga mengalami keterlambatan itu artinya telah melanggar kesepakatan perjanjian kerja.

Untuk itu, secara aturan pihak ketiga sebagai pelaksanaan harus dilakukan perbaikan jika ditemukan kekuarangan atau penurunan kualitas yang tidak sesuai spesifikasi.

Dia menyebutkan anggaran pembangunan JPO Skywalk sebesar sebesar Rp18 milyar dan pembangunan Tower Rp 31 milyar.

Sementara itu, Pengamat infrstruktur dan Konsultan Tata Ruang lulusan dari Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPU) A Karyono mengatakan, dalam pelaksanaan proyek pemerintah seharusnya melakukan pengawasan secara rutin.  Sehingga, proyek JPO Skywalk dapat selesai tepat waktu.

Dia mengatakan, pembangunan Skywalk tersebut sebetulnya sudah merusak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Gedung Sabilulungan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga