DAYEUHKOLOT – Ratusan Mahasiswa dari berbagai Universitas perguruan tinggi telah mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dasar Kemiliteran Resimen Mahasiswa Mahawarman Jabar Gelombang I Tahun Anggaran 2019/2020.
Penutup pendidikan dasar kemeliteran Resimen Mahasiswa di gelar di Lapangan Upacara Mayonzipur 3/YP, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Minggu (12/1). Penutupan tersebut selaku Inspektur Upacara Bandep Ur. Lingkungan Strategis Nasional Pada Deputi Bidang Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantanas Brigjen TNI Yudi Zanibar. S.Ip.
”Latihan Dasar Militer gelombang pertama diikuti 102 orang Mahasiswa dari berbagai Universitas, Akademi dan Perguruan Tinggi, dan berikutnya gelombang dua yang sedang berjalan 250 mahasiswa. Mereka dari berbagai unsur, di antaranya dari IPB, Unpad dan universitas lainnya,” kata Yudi kepada awak media di Dayeuhkolot.
Baca Juga:Kesejahteraan Guru Madrasah KurangTarget PAD Meleset, Dishub Evaluasi Mesin Parkir
Menurutnya, pendidikan dan latihan dasar kemeliteran ini diantaranya merupakan program bela negara yang sedang digalakkan secara masif diberbagai kalangan. Lebih lanjut dikatakannya, Bela negara merupakan perwujudan cinta tanah air. Cinta tanah air itu diartikan cinta terhadap negara, setia kepada negara serta siap mengabdi.
”Tentunya cinta tanah air tidak hanya retorika semata, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” aku Yadi yang didampingi Dansektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Irwanto dan Ketua Menwa Indonesia Budiono.
Yudi sangat mengapresiasi dengan keterlibatan ratusan mahasiswa dalam mengikuti pendidikan latihan dasar kemiliteran ini, mereka merupakan kaum milenial yang memiliki intlektual.
Kemudian, lanjut Yudi, semua harus mewaspadai kemungkinan ancaman yang bakal terjadi, diantaranya ancaman bencana alam. Sehingga, melalui pendidikan dan latihan dasar kemiliteran ini, seperti diketahui bersama program bela negara sedang digalakan secara masif di berbagai kalangan. ”Bencana alam yang tidak bisa dihindari terjadi bisa karena kehendak alam ataupun sebagai akumulasi perbuatan manusia,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Menwa Indonesia Budiono menuturkan, bahwa Menwa tidak pernah putus dalam menanggulangi dan membantu para korban bencana yang terjadi diseluruh Indonesia. ”Menwa selalu hadir dalam masalah negara dan membantu memecahkan masalah negara,” pungkasnya.(yul/rus)
