oleh

Neo Mustaqbal

Bagi saya angka itu begitu abstrak. Menghitung jumlah nolnya saja lelah. Tapi bagi Saudi 15 nol itu kelihatannya mudah: akan ditutup dari para investor.

Untuk apa membangun kota yang begitu mahal? Itu untuk jaga-jaga.

Setelah minyak mentah habis, Aramco hanya akan menjadi masa lalu. Harus ada gantinya. Neom City adalah calon pengganti Aramco.

Dari menatap masa lalu ke menengok masa depan. Itulah strategi jangka panjang Saudi.

Kota baru itu bukan lagi angan-angan. Langkah pertama sudah diayunkan. Bandaranya sudah dibangun. Sudah jadi. Sudah dioperasikan empat bulan lalu. Nama bandara itu Neom Bay Airport. Di bibir pantai Laut Merah. Panjang landasannya 3.757 meter. Untuk sementara.

Sebagian perumahan juga sudah selesai dibangun. Sebagai pijakan awal untuk proyek masa depan –Saudi 2030. Sebuah konsep jangka panjang yang dicanangkan pangeran MbS –Mohamad bin Salman. Yang kini punya kekuasaan penuh. Yang baru berumur 35 tahun.

Di kota baru itu nanti segalanya serba baru. Sumber energinya 100 persen baru. Green –dari tenaga matahari dan angin.

Sistem taxi dalam kotanya benar-benar baru: taksi terbang. Semua pembantu rumah tangganya juga baru: robot. Yang bisa bicara. Istri penghuninya: istri masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga