oleh

Klaim Pembayaran BPJS Kesehatan Mandek

BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Bandung, kembali mandek dalam pembayaran klaim terhadap RSUD Kota Bandung. Akibatnya, berdampak pada pengadaan obat dan alat kesehatan (alkes) untuk melayani masyarakat.

Tanpa menyebutkan jumlah estimasi piutang BPJS Kesehatan, Dirut RSUD Kota Bandung dr. Exsenveny Lalopua mengungkapkan, akibat mandeknya pembayaran klaim sangat mengganggu operasional layanan kepada masyarakat.

“Untuk nominalnya (piutang BPJS) hampir sama dengan daerah lain dan tergantung pada peserta BPJS yang dilayani di RSUD Kota Bandung,” kata dr. Exsenveny saat dihubungi Jabar Ekspres, Rabu (21/8).

Baca Juga:  Tak Ingin Layanan Terganggu, PLN UP3 Bandung Lakukan Pemeliharaan Berkala

Dia menjelaskan, pihak BPJS baru membayar untuk klaim bulan Maret dan diterima bulan Juli 2019. “Itu sudah termasuk kategori telat, seharusnya pihak BPJS dikenakan denda, tentunya biaya denda tersebut di luar nominal klaim tadi,” katanya.

Dia menjelaskan, kunjungan peserta BPJS ke RSUD Kota Bandung sangat tinggi.
“Total peserta BPJS di RSUD Kota Bandung dari bulan Juni sebanyak 5.099 kunjungan kategori rawat jalan dan 871 kategori kunjungan rawat inap,” paparnya.

Baca Juga:  Beberapa SMA/SMK di Cimahi Sudah Lakukan Belajar Tatap Muka, Begini Penjelasan Disdik Jabar

Dia meminta agar BPJS secepatnya membayar piutang klaim kepada RSUD. Sebab, RSUD juga bekerjasama dengan pihak ketiga atau perusahaan penyedia obat.
“Kami juga harus membayar obat-obatan ke perusahaan tersebut, kalau lambat pembayaran tentu tidak bisa mendapatkan obat atau alkes,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga