Wisata Haritage Belum Bisa Menarik Wisatawan

CIMAHI – Rute yang dilalui dan keterbatasan armada serta konsep yang kurang menarik, dinilai jadi faktor masih kurang diminatinya wisata haritage di Kota Cimahi.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menanggapi masih sepinya wisatawan yang datang untuk berwisata heritage dengan menggunakan bus Saba Kota Cimahi (Sakoci).

Ngatiyana mengatakan, sejauh ini wisata haritage belum bisa menarik wisatawan lokal maupun luar Cimahi. Bahkan dia menilai semakin hari wisatawan yang ingin naik Sakoci untuk menikmati wisata heritage semakin menurun.

”Sekarang malah keliatannya tidak ramai. Tapi memang masih juga banyak warga sengaja datang untuk naik Sakoci,” kata Ngatiyana, saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, Rabu (12/6).

Menurutnya, untuk membuat wisata haritage dengan tujuan mendatangi kawasan dan gedung militer bersejarah, harus ada ekspose konsep dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora).

”Mereka (Disbudparpora) harus segera membuat konsepnya agar bisa diekspose ke pihak TNI sehingga bisa ditindaklanjuti. Saya sudah minta agar dipercepat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini izin wisata militer tersebut belum tuntas. Akibatnya, semua destinasi militer dan bangunan bersejarah belum bisa dimasuki, karena pihak Pemkot Cimahi dalam hal ini Disbudparpora harus melakukan ekspose terlebih dahulu kepada Komando Pendidikan dan Pelatihan (Kodiklat) TNI AD.

”Sudah tiga bulan kebelakang, saya terus minta ke Disbudparpora untuk menyelesaikan bahan ekspose. Perizinan sudah sampai Bhabinkum TNI, hanya tinggal dari dinasnya yang lambat merespon,” terangnya.

Jika tak ada progres, Ngatiyana mengkhawatirkan pihak TNI akan berubah pikiran dan berbalik menolak perizinan penggunaan kawasan serta bangunan militer bersejarah sebagai destinasi wisata heritage.

”Takutnya mereka malah menggugurkan izin kerjasama dengan pemkot. Belum lagi soal teknis, misalnya bus sakoci yang hanya satu ini mengalami kerusakan, kan konsep wisatanya buyar semua nanti. Jadi akan saya cek sampai mana kesiapan mereka,” tegasnya.

Terpisah Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja mengaku, saat ini pihaknya sudah merencanakan pengajuan izin agar wisata itu bisa dinikmati sampai masuk ke dalam tempat-tempat bersejarah dengan tujuan hiburan dan edukasi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan